Koreri.com, Sentani – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua tahun 2021 telah mengajukan proposal tambahan anggaran Rp. 1,6 triliun ke Pemerintah Pusat melalui Kemenpora dan Kementerian Keuangan.
Ketua Harian PB PON XX Papua, DR. Yunus Wonda, mengatakan proposal pengajuan tambahan anggaran Rp 1,6 Triliun diperuntukan bagi kebutuhan penyelenggaraan event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 Papua, namun hingga kini masih di proses kementerian terkait.
Menurutnya, usulan Rp 1,6 triliun itu dari Rp 4 triliun lebih terdiri Rp 2 triliun menjadi tanggungjawab APBD Provinsi Papua, sedangkan Rp 2 triliun menjadi tanggungjawab APBN dari rasionalisasi. Anggaran Rp 2 triliun itu Rp 500 miliar melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Ya, jadi terkait anggaran 1,6 triliun rupiah itu, di mana kami PB PON minta kepada pemerintah pusat, untuk kebutuhan penyelenggaraan PON XX tahun 2021 Papua itu kurang lebih adalah 4 triliun rupiah,” kata Yunus Wonda saat memberikan keterangan pers usai penutupan Chief de Mission (CdM) Meeting II PON XX Tahun 2021 Papua, di Suni Garden Lake Hotel and Resort Hawaii, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (9/4/2021).
Adapun rincian anggaran Rp 2 triliun itu menjadi tanggungjawab APBD Provinsi Papua. Sedangkan, Rp 2 triliun itu menjadi tanggungjawab APBN dari rasionalisasi. Anggaran Rp 2 triliun dari APBN itu, Rp 500 miliar melalui Menteri Pemuda dan Olahraga.
“Jadi bukan berarti semua anggaran sudah disiapkan di kabupaten/kota di 4 disiplin atau cluster PON XX 2022. Kami akan lakukan kebijakan keuangan dari PB PON kepada Sub PB PON XX di empat cluster yaitu, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. Karena anggaran itu ada di PB PON, sehingga kami minta mereka menyiapkan strukturnya,” pungkasnya.
RD
