Tolak Radikalisme, Polda PB Gelar FGD Ajak Bersama Sejumlah Tokoh

WhatsApp Image 2021 04 30 at 20.51.23
Peserta FGD Merajut Kebersamaan Dalam Bingkai NKRIBersama Wakapolda Papua Barat Brigjend Pol Patrige Renwarin, S.H.,M.Si di Ruang Kamana Swiss-bellhotel Manokwari. Jumat (30/4/2021).(Foto : Bid Humas Polda PB)

Koreri.com, Manokwari– Untuk mengantisipasi isu SARA, Hoax, Radikalisme dan Separatisme maka Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Papua Barat gelar Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan FGD dengan tema “merajut kebhinekaan, menolak radikalisme serta separatisme untuk mewujudkan Papua Barat yang adil dan makmur” melibatkan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda yang berlangsung di Ruang Kaimana, Swiss-bellhotel Manokwari, Jumat (30/4/2021).

Kegiatan Focus Group Discussion dibuka Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han), dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dilaksanakan.

“Kegiatan FGD ini sangat penting dilaksanakan agar kita bisa berdiskusi dan menghasilkan solusi-solusi yang baik untuk membangun tanah papua Barat ini, untuk itu tidak bisa TNI dan Polri jalan sendiri kami perlu semua komunitas yaitu tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda” ucap Pangdam.

Pangdam Nyoman Cantiasa berharap ending dari kegiatan ini dapat menciptakan kedamaian, memiliki Integritas, pantang menyerah, menyiapkan SDM, hindari perpecahan sehingga tidak mudah dijajah serta jaga toleransi untuk mewujudkan papua barat yang adil dan makmur.

Sedangkan Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Patrige R. Renwarin,S.H.,M.Si mengatakan bahwa banyak isu-isu yang beredar sekarang di Indonesia dan yang paling rawan adalah isu ras dan agama.

Untuk itu tugas tokoh-tokoh dengan bertanggung jawab merajut kebinekaan menolak radikalisme dan separatisme untuk mewujudkan Papua Barat yang Adil dan Makmur.

“Saat ini juga saya berharap kita tidak boleh terlalu cepat terpancing dengan isu-isu atau berita hoax dan jangan menjadi pelaku-pelaku dari pemgrusakan terhadap nilai-nilai pancasila” ucap Wakapolda.

Turut hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta tokoh pemuda dalam kesempatan itu juga mendukung pemerintah dan TNI Polri untuk melawan paham radikalisme dan separatisme serta terorisme di Indonesia.

KENN

Exit mobile version