Fokus  

Inovasi MC Yard Sipandu Antarkan Papua Barat Masuk Finalis TOP 99

WhatsApp Image 2021 07 16 at 22.01.37
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani,S.H.,M.Si memaparkan Materi tentang inovasi pelayanan Publk secara virtual di Aston Niu Manokwari, Jumat (16/7/2021).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Manokwari– Prestasi yang membanggakan bagi Provinsi Papua Barat melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dapat tiket Finalis (Top 99) Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021.

Dihadapan para panelis secara virtual, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, S.H., M.Si mempresentasikan Inovasi Mini Cattle (MC) Yard Sipandu, Jumat (16/7/2021).

Inovasi Mini Cattle Yard Solusi Pelayanan Terpadu Sapi Potong di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dilatarbelakangi beberapa hal, salah satunya  mencapai target program UPSUS SIWAB yang dicanangkan tahun 2017 lalu. Selajutnya Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan target kepada Papua Barat meliputi Perkawinan Sapi, Kebuntingan, dan angka Kelahiran.

“Kabupaten Manokwari dipilih sebagai daerah sasaran program UPSUS SIWAB karena menyumbang 23 ribu ekor sapi (34,20 persen) populasi di Papua Barat. Inovasi MC Yard Sipandu dipandang sebagai solusi pelayanan terpadu sapi potong di Manokwari,” Jelas Wakil Gubernur Papua Barat.

Dijelaskan Wagub bahwa dengan hadirnya inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sarana produksi yang nyaman, efisien, dan efektif untuk ternak sapi dipelihara secara ekstensif. disamping itu dapat menjawab pelayanan ternak dalam yang lebih besar serta waktu kerja petugas diefisiensi.

“Mini Cattle Yard dilakukan sebagai sarana penampung ternak yang didesain dengan berbahan baku pipa besi, tidak permanen dan dapat dipindahkan setiap saat. Keunikan inovasi ini peternak lebih mandiri, terjadi peningkatan dengan hasil yang diharapkan dan semakin lebih optimal,” ujarnya.

“Sebelum pelaksanaan inovasi ini, pembuatan kandang membutuhkan bahan baku kayu yang lebih banyak, cenderung diambil secara serampangan dan merusak hutan. Waktu pengerjaan lama, pelayanan juga tidak optimal hanya 5 hingga 10 ekor per hari,” Imbuhnya.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat, drh. Hendrikus Fatem, M.P menambahkan akan terus fokus mengembangkan inovasi pada sentra peternakan yang tersebar.

“Tiga sentra peternakan di Papua Barat, wilayah Kabupaten Tambrauw di Distrik Kebar, Fak-Fak Distrik Bomberay, dan Kabupaten Sorong Distrik Salawati. Kita akan terus membangun MC Yard agar bisa berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” Tandas Fatem.

Proses penilaian ini masih terus dilakukan sehingga besar harapan hasil terbaik bisa diraih. Terselenggaranya pemaparan hasil kompetisi inovasi pelayanan publik atas kerjasama Biro Organisasi Setda Papua Barat.

KENN

Exit mobile version