Insiden Penganiayaan oleh 2 Oknum POMAU, Danlanud JA. Dimara Memohon Maaf

Danlanud JA Dimara Minta Maaf

Koreri.com, Merauke – Sebuah video berdurasi 1 menit 21 detik memperlihatkan dua oknum personil TNI Angkatan Udara mencoba mengamankan seorang penyandang disabilitas.

Namun naas, karena di akhir video terlihat satu oknum personil yang diduga POM-AU menginjak kepala dari penyandang disabilitas tersebut.

Sontak video tersebut menjadi viral di media sosial lantaran tindakan dari kedua anggota TNI AU yang menganiaya penyandang disabilitas itu dinilai tidak manusiawi dan langsung menghebohkan seantero jagad maya.

Belakangan diketahui bahwa penyandang Disabilitas yang menerima penganiayaan dan tindakan tidak terhormat itu bernama Steven yang merupakan seorang anak yatim piatu.

Komandan Lanud Johanes Abraham Dimara Kolonel PNB Herdy Arief Budianto dalam konferensi persnya membenarkan dua oknum anggotanya atas nama Serda Dimas Harjanto dan Prada Rian Febrianto dalam video viral tersebut.

Dijelaskan kronologinya bermula saat yang Serda Dimas Harjanto dan Prada Rian Febrianto sedang berkendara menggunakan sepeda motor di sekitar jalan raya Mandala Merauke  dan kemudian melihat suatu keributan antara Steven serta pemilik di warung ngapak, dan kemudian berniat melerai namun dilakukan dengan tindakan yang tidak manusiawi.

Dirinya sebagai Komandan Lanud J.A Dimana Merauke membenarkan terjadinya insiden tersebut serta berjanji akan memproses hukum kedua pelaku sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku.

“Saya selaku Komandan Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke, memohon maaf atas kejadian yang terjadi di jalan Raya Merauke pada tanggal 26 Juni 2021 kurang lebih pukul 10.00 WIT atau tepatnya kejadian di depan warung penjual bubur ngapak, sehingga kedua anggota tersebut akan diambil tindakan disiplin dan akan diproses sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Turut hadir dalam konferensi pers permintaan maaf tersebut antara lain Wakil Bupati Merauke, Wakil Ketua DPRD Merauke, Hj Al-Maratus Sholikah, Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji, serta korban atas nama Steven dan Ibu Angkatnya atas nama  Irma Balak.

Institusi TNI AU Meminta Maaf dan Tindak Tegas Anggotanya yang tidak disiplin

Menyikapi insiden salah paham antara dua oknum anggota POMAU Lanud J.A Dimara Merauke dan warga di sebuah warung makan, di Merauke, Senin (27/7/2021), TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf.

Demikian pernyataan Kadispenau/Marsma TNI Indan Gilang B dalam rilisnya persnya, Selasa (27/7/2021).

Insiden yang diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk dengan pemilik warung,  dan melibatkan dua anggota POMAU yang bermaksud melerai,  kini dalam penanganan petugas Lanud J.A Dimara Merauke.

Kedua oknum anggota POMAU tersebut kini sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud J.A Dimara Merauke.

Proses penyidikan sedang dilakukan oleh Pomau Lanud Merauke.

TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya.

IDN

Exit mobile version