Koreri.com, Manokwari– Kepedulian kepada masyarakat Papua Barat dalam segi ekonomi di tengah pandemic corona virus disease (COVID-19) bukan saja merupakan tanggung jawab pemerintah daerah tetapi semua pihak termasuk Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Barat.
DPP Barisan Merah Putih melakukan tanggung jawabnya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang dikategorikan orang tak mampu yaitu duda, janda dan anak-anak yatim piatu di Kabupaten Manokwari dengan sistim dari rumah ke rumah.
Wakil Ketua DPP Barisan Merah Putih (BMP) yang juga pengurus DPP Barisan Perjuangan Merah Putih (BPMP) Papua Barat Valentinus Wainarisi dalam keterangan persnya kepada wartawan di Sekretariatnya, Sabtu (31/7/2021) mengatakan, pihaknya cukup peduli dengan persoalan global yang terjadi saat ini.
Karena itu, BMP memberikan bantuan dengan sasaran janda, duda dan anak-anak yatim piatu yang berada di Kabupaten Manokwari, pihaknya sudah menyalurkan 200an paket sembako di wilayah Amban, Anggori dan Mulyono, Sabtu (31/7/2021).
“Dari 500 paket sembako yang kami siapkan sudah tersalurkan 200an paket sembako kepada masyarakat tak mampu di Amban, Anggori dan Mulyono, nanti hari senin dan selasa akan kami lanjutkan pembagian sembako ke wilayah Fanindi, Pasir Putih, Arowi, Sowi, Anday dan Maripi” ungkap Valentinus Wainarisi dalam keterangan persnya.
Wainarisi mengatakan bahwa kegiatan kedua organisasi kemasyarakatan ini mendukung program pemerintah dalam menjawab persoalan hidup orang yang jauh membutuhkan ditengah pandemi COVID-19.
Terkait dengan pemberian sembako masyarakat yang terima harus divaksin, anggota MRP Papua Barat itu menegaskan bahwa tidak ada paksanaan untuk divaksin namun kembali kepada pribadi masing-masing.
“Tugas kami bagaimana pelayanan kemanusiaan itu bisa sampai, soal nanti masyarakat mau vaksin atau tidak itu hak privasi mereka,” tegas Wainarisi sembari menambahkan bahwa dalam pembagian sembako ini tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penanganan COVID-19.
Senada disamapikan Ketua harian DPP Barisan Merah Putih Provinsi Papua Barat Leonardus Tuturop mengatakan, kondisi saat ini bukan pandemi COVID-19 saja tetapi penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat duda, janda dan anak yatim piatu sangat membutuhkan.
“Dana-dana yang dipakai untuk kemanusiaan itu maka kami gunakan untuk bantuan kepada masyarakat supaya mereka terbantu dan merasa nyaman di tengah kondisi saat ini,” tambah Ketua harian DPP BMP Papua Barat.
KENN
