Launching Program PMI, Teluk Bintuni Jadi Pilot Project di Papua Barat

IMG 20210819 WA0002
Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T bersama Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar saat melaunching program Petani Milenial Indonesia di Kampung Amutu, Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (18/8/2021).(Foto : Istimewa)

Dijelaskannya alasan Kampung Amutu Distrik Babo dipilih sebagai tempat launching program Petani Milenial Indonesia di Papua Barat, karena PMI sudah memiliki 50 petani muda Papua yang menjadi binaannya.

“Kaka kaka yang kami kenal di sini, mereka sudah menjalankan pertanian dalam menjalankan program ini PMI tidak berjalan sendiri, tapi kita bergandeng tangan dengan lembaga dan instansi yang ada di Bintuni dan kabupaten lain,” kata Simon Tabuni.

Selain Amutu, PMI akan melebarkan saya Petani Milenial Indonesia ini di distrik lain yang ada di Teluk Bintuni. Kata Simon, PMI sudah melakukan survey di SP 2, dan menemukan adanya sekelompok anak muda yang bertani.

“Mereka memiliki lahan antar 5 sampai 10 hektare, dan mengembangkan komoditi kacang kedelai. Kami akan support mereka,” ungkapnya.

Dalam mendorong petani milenial ini, PMI menerapkan dua pola diantaranya bagi mereka yang sudah memiliki ketrampilan bertani akan disupport dengan model pengembangan pertanian yang lebih modern dan mengaplikasikan skill yang dimiliki.

Sedang mereka yang belum memiliki skill lanjut Tabuni PMI akan mendorong mereka berbagai pelatihan dan menyadarkan mereka akan pentingnya peran seorang petani. “Bertani itu keren,” tandasnya.

Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw, M.T mengapresiasi langkah Billy Mambrasar yang turut mendorong Kabupaten Teluk Bintuni sebagai daerah pertama tempat dimulainya program Petani Milenial Indonesia.

“Program ini penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini, ita harus kreatif membuka peluang usaha, agar kita bisa bertahan,” ucap Bupati Petrus Kasihiw saat memberikan sambutan.

Saat ini,  luas lahan pertanian sawah di Kabupaten Teluk Bintuni mencapai 1.064 hektare, yang menyebar di SP 1 dan 4, Stenkol 1 dan Stenkool 3 (Meyado). Namun dari luasan lahan itu, yang sudah dicetak atau menjadi lahan produktif baru sekitar 10 persennya atau sekitar 10 hektare.

Sedangkan jumlah petani di Bintuni yang tercatat, 29.997 jiwa atau 5.408 Kepala Keluarga. Dari jumlah ini, sebanyak 51 persen adalah petani lokal atau Orangn Asli Papua (OAP).

KENN

Exit mobile version