Pergantian Jabatan Dirut RSUD Dok II Jayapura Sarat Kepentingan Politik?

WhatsApp Image 2021 08 22 at 19.52.131
Gedung RSUD Dok II Jayapura / Foto: istimewa

Sorot Pernyataan Jubir Gubernur

Sebelumnya, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Uncen, Yulianus Dwaa, SKM menilai pergantian Aloysius tanpa indikator penilaian kinerja yang jelas alias gubernur hanya mendengar dari para pembisik atau pihak tertentu.

“Tentu kita pertanyakan indikator apa yang menjadi alasan pergantian drg. Aloysius Giyai. Padahal kita tahu, dia sedang berjuang mengubah wajah RSUD Jayapura yang kumuh selama ini dan sekarang jadi bagus,” ujar Yulianus Dwaa via telepon seluler, Jumat (20/08/2021).

Yulianus juga menyayangkan pernyataan dari Juru Bicara (Jubir) Gubernur Papua, M. Rifai Darus terkait dengan pergantian Direktur RSUD Jayapura yang menilai kinerja direksi RSUD Jayapura hanya mementingkan proyek dibandingkan aspek pelayanan kepada pasien.

“Pernyataan saudara jubir adalah pembohongan publik dan tidak bisa diterima oleh kami. Seorang ASN berprestasi seperti Aloysius Giyai dinilai berkinerja rendah. Ini kan lucu namanya,” ujarnya.

Menurut Yulianus, pernyataan jubir ke media terkait kinerja Aloysius lebih mementingkan proyek infrastruktur itu tidak tepat. Jubir seharusnya berbicara soal indikator utama yang dinilai oleh Gubernur atau pergantian pejabat dalam rangka rotasi jabatan.

“Pembangunan infrastruktur rumah sakit juga bagian dari pemenuhan kebutuhan pelayanan rumah sakit, jadi saling berkaitan. Rumah sakit yang baik butuh gedung dan fasilitas kesehatan yang lengkap. Selama ini bertahun-tahun pasien dirujuk ke luar Papua. Karena itu, saudara Jubir jangan sampaikan pernyataan yang ambigu kepada publik,” tegasnya.

Pengamat birokrasi yang juga Dosen Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih Marinus Yaung malah dengan sangat keras menilai Juru Bicara Gubernur Rifai Darus telah menikam Gubernur Lukas Enembe dari belakang. Hal itu tertuang dalam surat yang ditulis Marinus di media sosial facebook kepada Lukas Enembe, Gubernur Provinsi Papua, Sabtu (21/08/2021).

Exit mobile version