Musa merasa janggal soal nama yang tercantum dalam Kuota sebagai anak-anak dari Tolikara namun yang tertulis dalam kuota tersebut bukanlah anak-anak dari Tolikara melainkan dari kabupaten lain.
“Namanya bukan anak-anak Tolikara. Yang tadi sisanya 3 orang itu yang lolos 2 disini atas nama Tolikara tapi bukan anak-anak Tolikara,” bebernya.
Musa menduga ada oknum yang bermain dibalik seleksi penerimaan praja IPDN tersebut.
“Ada oknum yang bermain masalah penerimaan IPDN ini disela-sela kesibukan Pemerintah provinsi Papua menjelang PON,” duganya.
Pihaknya juga akan meminta penjelasan dari Rektor kampus IPDN sekaligus mempertanyakan mekanisme atau aturan yang dipakai dalam seleksi tersebut.
“Rektor harus memberikan keterangan soal mekanisme atau pola apa yang mereka pakai sampai adik-adik kami ini ikut seleksi dari awal dengan nilai juga baik tapi kenapa tiba-tiba kuotanya hilang,” pungkas Musa.
