Hal senada juga disampaikan Ketua Adat Lapagi, Purnawirawan Paus Kogoya yang merasa kecewa penerimaan tersebut tidak sesuai dengan mekanis dan aturan.
“Tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme. Padahal sudah jelas bahwa Undang-undang otonomi khusus sudah sampaikan bahwa kita jadi tuan diatas negeri sendiri,” sambungnya.
Sementara itu Laringgen Kogoya selaku Tokoh Pemuda Tolikara mengatakan anak-anak tersebut memiliki kemampuan yang sangat mumpuni namun mereka tidak lulus seleksi
“Anak-anak yang ikuti seleksi ini kemampuan sudah oke, kenapa dikasih jatuhkan mereka,” tegasnya.
SEO
