Sejauh ini tidak ada penjelasan yang diberikan terkait mengapa Beijing mengurangi jumlah bantuannya, namun apa yang mereka ingin gapai kemungkinan sudah terlaksana, jelas Pryke.
Menurutnya, biasanya peminjaman dengan biaya rendah sering digunakan sebagai kendaraan untuk memasukkan operasi perusahaan-perusahaan China ke Pasifik.
“Dan sekarang perusahaan-perusahaan itu sudah berakar dalam di Pasifik sekarang sehingga tidak memerlukan bantuan dari negaranya untuk mendukung aktifitas komersilnya dalam rangka menjaga kepentingan negara komunis itu,” jelasnya.
Tak seorang pun yang akan berargumen bahwa pada 2020 atau 2021 kehadiran China terasa kurang berdampak, atau tidak terlalu signifikan, namun hanya kurang dalam hal pendorong dibanding di waktu lalu.






























