Koreri.com, Jayapura – Tarian Noken merupakan salah satu jenis tarian adat yang memiliki filosofi yang sangat dalam bagi masyarakat Melanesia yang mendiami Tanah Papua.
Tarian Noken yang memiliki filosofi kemakmuran dan kesuburan, diperkenalkan lewat ajang PON XX Papua agar seluruh masyarakat Indonesia ikut mengenalnya.
Selain itu, Tari Noken juga mengajarkan makna keterbukaan atau transparansi yang akan membawa kemakmuran sesuai dengan karakteristik noken itu sendiri.
“Noken itu merupakan simbol rahim seorang ibu, rahim yang selalu melahirkan dan menghasilkan nilai-nilai positif di masyarakat,” jelas Jimmy Ondikeleuw, pelatih tari Noken di ajang PON Papua, Minggu.
Filosofi kemakmurannya terlihat dari fungsi sehari-harinya yakni bisa menampung banyak barang termasuk juga makanan atau bisa diartikan menampung banyak rejeki sehingga pemakainya bisa memiki penghidupan yang layak.
Oleh karena Noken menyandang peran sebagai rahim seorang ibu, maka tarian ini hanya bisa dilakukan oleh para wanita.
“Karena dasarnya noken itu adalah rahim perempuan, itu yang membuatnya wajib hanya boleh menjadi tarian khusus perempuan. Menggambarkan bahwa perempuan mengajarkan nilai-nilai untuk menghidupi keluarga,” tambah Jimmy.
Dikutip dari Wikipedia, pada 2012, noken atau bilum dalam bahasa Papua Nugini, diakui sebagai Intangible Cultural Heritage oleh Unesco, salah satu badan PBB yang mengurusi pendidikan, keilmuan dan budaya.
AND
