Fokus  

Implementasi Aksi Perubahan Diklat PIM IV Yahya Sayori Gelar di Kampung Soribo

WhatsApp Image 2021 10 15 at 01.56.07
Implementasi Aksi Perubahan Lindungi Hutan Kampung Soribo, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (13/10/2021).(Foto : Isitmewa)

Koreri.com, Manokwari– Rencana Implementasi Aksi Perubahan Diklat PIM IV  Angkatan I Provinsi Papua Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat melalui Yahya Sayori menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dalam mengimplementasikan Kebijakan Stakholder (IKS) Pengawasan Rehabilitas Hutan Wosi Rendani di Kampung Soribo Manokwari Papua Barat, dengan melakukan penanaman tanaman penghijauan, Rabu (13/10/2021).

Kegiatan pelatihan yang dilakukan agar memberikan pemahaman kepada Masyarakat Kampung Soribo sekaligus pemberitahuan, pentingnya hutan lindung di kawasan rawan bencana karena didaerah tersebut terdapat aliran Air di bawah Tanah.

Daerah tersebut menjadi perhatian bagi Masyarakat setempat agar tidak lagi menjadikan Kampung Hutan Lindung, sebagai daerah Areal Pengunaan Lain (APL) pemukiman Penduduk Warga. Tetapi, masyarakat diajak untuk melakukan penanaman penghijaun kembali.

Kepala Dinas Kehutan Papua Barat, Ir. F.H Runaweri mengajak masyarakat kampung setempat untuk menjaga hutan lindung agar menjaga kawasan rawan bencana banjir, longsor dan erosi di daerah Wosi Rendani tersebut.

“Dampak dari tidak menjaga Hutan sangat berbahaya maka saya berharap kepada Pemerintah dan Masyarakat setempat untuk bekerjasama dalam menjaga Hutan Lindung di kawasan Wosi Rendani. agar kami terhindar dari bencana yang akan datang seperti banjir, erosi dan longsor. Walaupun, bukan Hutan Lindung lagi kita harus mempertahankan kawasan ini” ujar Runeweri.

Yahya Sayori, S.Hut. M.P sebagai inisiator mengatakan, dalam kegiatan pelatihan diktat ada beberapa tahapan yang dilalui yaitu tahapan kordinasi baik pihak internal maupun eksternal hingga proses penanaman.

“Kegiatan diklat harus diselesaikan dalam jangka panjang, menengah, dan pendek namun hari ini kami melakukan diklat jangka pendek karena saya melihat Hutan Lindung Wosi Rendani ini dulu dikatakan hutan lindung. Tetapi, sekarang sudah di APL dengan penambahan penduduk yang terus meningkat akhirnya kawasan Hutan ini beruba menjadi APL. Maka, untuk menjaga hutan berkelanjutan sangat membutuhkan kegiatan inovasi terus menerus dari Pemerintah,” ucap yahya.

Yahya berharap apa yang dilakukan masyarakat di Kampung Soribo bisa menjaga hutan supaya kedepan jangan terkena bencana banjir, longsor, erosi dan lain sebagainya.

Sementara itu Sekretaris Kampung Soribo, Melianus Bukorsyom mengatatakan pihaknya sangat berterimakasih dan memberikan aspresiasi kepada Dinas Kehutanan terutama inisiator Yahya Sayori yang telah menyelesaikan studinya kemudian datang kembali untuk melihatnya

“Kami bersyukur karena seperti tadi yang dikatakan bahwa Hutan Soribo adalah Hutan Lindung tetapi karena sudah di jadikan APL untuk kawasan pemukiman maka melalui pelatihan diktat tersebut kami akan menjaga dan melestarikan dan juga menanam kembali pepohonan Hutan dikawasan ini, untuk mengantisipasi bencana. Karena, daerah ini ada aliran Air di bawah Tanah,” tandas Melianus.

Sedangkan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang, menyampaikan Apresiasi dan terima kasih atas upaya yang dilakukan sebagai implementasi aksi perubahan sehingga lingkungan yang ada di Kampung Soribo dapat  segera dilakukan pencegahan dari kerusakan maupun pemulihan lingkungan.

“Semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat harus terus bersama-sama menjaga lingkungan dari kerusakannya karena hanya titipan yang harus kita jaga secara bertanggungjawab dan mampu memberikan keberlanjutan bagi generasi yang akan datang” harap Lebang.

KENN

Exit mobile version