Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui rapat koordinasi dan evaluasi kinerja yang digelar secara rutin setiap minggu.
Langkah ini menjadi strategi utama untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.
Bupati Mimika Johannes Rettob, menegaskan bahwa rapat mingguan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi forum penting untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang cepat dan konkret.
“Setiap minggu kita lakukan evaluasi. Semua masalah yang muncul kita catat, kita cari solusinya, lalu kita tindak lanjuti. Minggu berikutnya kita cek kembali progresnya,” ujar Bupati Johannes Rettob usai rapat di lantai II Gedung A, kantor Puspem SP 3, Timika, Papua Tengah, Selasa (7/7/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga melakukan monitoring terhadap realisasi keuangan daerah, termasuk tingkat penyerapan anggaran dan progres pembangunan fisik.
Hingga saat ini, realisasi keuangan Kabupaten Mimika tercatat mencapai 22,37 persen.
Menurut Bupati, capaian tersebut dipengaruhi oleh struktur belanja daerah, khususnya belanja jasa dan perawatan yang bersifat bertahap setiap bulan.
Sementara untuk belanja modal, realisasinya sangat bergantung pada proses pengadaan melalui lelang yang harus mengikuti berbagai regulasi, termasuk penyesuaian harga satuan sesuai ketentuan pemerintah pusat.
“Proses lelang memang membutuhkan waktu karena ada aturan yang harus dipatuhi, termasuk penyesuaian harga. Namun ini bukan kendala, melainkan bagian dari mekanisme agar pembangunan tetap akuntabel,” jelasnya.
Bupati juga menepis anggapan bahwa pembangunan di Mimika tidak berjalan. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat dari proyek fisik di wilayah perkotaan, tetapi juga berlangsung masif di kampung-kampung.
“Banyak pembangunan sudah berjalan di kampung, seperti perumahan, air bersih, dan infrastruktur dasar lainnya. Ini mungkin tidak terlihat langsung dari kota, tetapi manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Mimika juga fokus pada pembangunan sektor sosial, terutama penurunan angka stunting dan peningkatan layanan kesehatan.
Dalam evaluasi terbaru, ditemukan adanya penumpukan pasien di rumah sakit akibat masyarakat yang langsung berobat tanpa melalui puskesmas.
Sebagai solusi, pemerintah akan memperkuat peran puskesmas, khususnya di wilayah Kota Timika, agar pelayanan kesehatan lebih merata dan sistem rujukan berjalan optimal.
Di sisi lain, reformasi birokrasi juga terus didorong melalui penerapan sistem manajemen talenta dan penyusunan profiling aparatur sipil negara. Pemerintah juga memperkuat program beasiswa sebagai bagian dari investasi jangka panjang di bidang pendidikan.
Bupati Rettob menegaskan bahwa secara umum tidak ada persoalan mendasar dalam pelaksanaan pembangunan di Mimika.
Seluruh jajaran pemerintah, kata dia, memiliki komitmen yang sama untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Intinya, pembangunan tetap berjalan. Kita bekerja berbasis data, evaluasi, dan solusi. Semua ini demi memastikan masyarakat benar-benar merasakan hasil pembangunan,” pungkasnya.
EHO
