Koreri.com, Ambon – DPRD Maluku menegaskan komitmennya mengawal proses perolehan Participating Interest (PI) 10 persen bagi Pemerintah Provinsi sekaligus memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat nyata dari pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela.
Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, mengatakan proses pengurusan PI 10 persen masih terus berjalan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tahapan administrasi yang harus diselesaikan bersama pemerintah kabupaten, khususnya daerah penghasil.
“PI 10 persen merupakan hak Maluku. Saat ini prosesnya masih berlangsung, namun masih ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dan dikomunikasikan, terutama dengan kabupaten penghasil,” ujar Rovik kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Senin (6/7/2026).
Selain mengawal hak kepemilikan daerah melalui PI 10 persen, DPRD juga mendorong agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam proyek migas tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah bersama pihak pelaksana proyek telah membahas penguatan kebijakan konten lokal guna membuka peluang usaha bagi pelaku usaha daerah dan memperbesar penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kita ingin tidak hanya mendapatkan PI 10 persen, tetapi juga terlibat dalam pengelolaan konten lokal sehingga benar-benar mampu memberdayakan masyarakat Maluku,” katanya.
Rovik menegaskan anggapan bahwa pengusaha maupun sumber daya manusia Maluku belum siap tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi keterlibatan daerah. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijawab dengan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, serta kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar.
“Kalau memang dinilai belum siap, maka tugas kita adalah menyiapkannya. SDM harus dipersiapkan melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar agar masyarakat Maluku memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” tegasnya.
Ia optimistis pembangunan Blok Masela akan membuka ribuan peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah diminta segera mempersiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi kebutuhan industri migas maupun sektor pendukung ketika proyek mulai beroperasi.
“Dengan persiapan yang matang, manfaat Blok Masela benar-benar bisa dirasakan masyarakat Maluku, baik melalui kesempatan kerja maupun tumbuhnya pelaku usaha lokal,” pungkasnya.
JFL
