Nasib Nakes Kontrak Jadi Perhatian Plt Sekda Pegubin

Plt Sekda Alo Sidak Diskes Pegubin
Plt. Sekda Pegubin drg. Aloysius Giyai, M.Kes foto saat melakukan pertemuan di sela-sela sidak di Dinas Kesehatan Pegubin, Rabu (27/10/2021)

Koreri.com, Oksibil – Nasib para tenaga kesehatan (Nakes) kontrak yang selama ini mengabdikan dirinya dalam pelayanan kepada masyarakat di Distrik Kiwirok dan 3 distrik lainnya menjadi perhatian Plt Plt. Sekda Pegunungan Bintang Aloysius Giyai.

Hal itu disampaikannya saat sidak di Dinas Kesehatan Pegubin yang dihadiri Plt. Kepala Dinkes setempat Sabinus Uropmabin, S.Kep, Ns, M.Kes dan belasan pejabat eselon III dan IV lainnya.

Dalam rapat yang digelar sekitar satu jam, Aloysius lagi-lagi ingin mengecek aksi tanggap darurat atas kasus di Distrik Kiwirok dan tiga distrik lainnya dari Dinkes sebagai leading sector.

“Apa yang sudah dilakukan, ke depan bagaimana, usulan ke Pemkab Pegubin apa? Kedua, khusus para tenaga kesehatan, dokter, perawat dan bidan apa masih kurang? Apa solusi ke depan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan,” kata pria kelahiran Onago-Diyai, 8 September 1972 ini membuka pertemuan.

Menurut Plt. Kadinkes Pegubin Sabinus Uropmabin, masalah yang tengah dihadapi oleh Dinkes saat ini adalah ditariknya tenaga kontrak kesehatan sebanyak 231 orang, pasca peristiwa Kiwirok. Ada yang naik pesawat langsung ke Jayapura, ada juga yang dievakuasi berkat difasilitasi Dinkes Pegubin ke Oksibil.

“Soal gaji para nakes di Kiwirok dan 3 distrik lain kami siap bayar, tapi yang lain sabar dulu. Semua tenaga kontrak kesehatan kami baru bayar sampai Oktober, kami akan evaluasi dan bicara dengan bupati, bagaimana untuk pembayaran selanjutnya bagi mereka yang di luar 4 distrik itu, sementara mereka ini kontraknya 2 tahun, masih ada 1 tahun 2 bulan,” kata Sabinus.

Menurutnya, saat ini terdapat 32 Puskesmas dan 9 Pustu yang ada di 34 distrik di Pegubin. Data ini, kata Sabinus, tentu sangat kurang mengingat 231 tenaga kesehatan kontrak yang terdiri dari 9 dokter dan 222 perawat dan bidan itu sudah ditarik. Sementara itu, fasilitas kesehatan berupa Puskesmas dan perumahan tenaga medis, semunya dirusak dan dibakar.

“Kami sini sangat kurang SDM kesehatan, terutama tenaga dokter dan perawat. Karena itu, kami mohon ke depan Pak Sekda bisa perhatikan kami dengan anggara yang cukup agar semua Puskesmas ada dokter,” pintanya.

Mendengar hal ini, Plt. Sekda Aloysius Giyai mengatakan akan menyampaikan hal ini kepada Bupati dan Wakil Bupati Pegubin agar hak-hak tenaga kesehatan kontrak ini tetap dibayar.

“Kita upayakan hak mereka dibayar. Karena mereka ditarik keluar bukan secara sengaja. Tetapi tentu dengan kekuatan hukum sesuai aturan keuangan,” tandasnya.

OZIE

Exit mobile version