Koreri.com, Piru – Talud penahan ombak sepanjang 150 meter yang berada di pesisir pantai Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) diketahui telah lama ambruk akibat gempa beberapa tahun lalu.
Namun faktanya, hingga saat ini belum dilakukan upaya perbaikan kembali.
Terkini, tempat pemakaman umum (TPU) di desa itu mulai terancam abrasi.
Hal itu dibenarkan Kepala Desa Waesamu, Marthen Riripoy saat dikonfirmasi, Selasa (29/3/2022).
“Akhir-akhir ini, abrasi mulai mengancam TPU yang berada di pesisir pantai yang jaraknya kurang lebih 5 Meter dari bibir pantai. Sedangkan jalan yang berada di pesisir pantai tepat di belakang talud yang ambruk sudah terkena abrasi akibat dari ambruknya tembok penahan ombak tadi,” bebernya.
Menurut Riripory, permasalahan ini memang sudah sempat dilihat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBB yang saat itu turun langsung ke lokasi guna melihat talud yang ambruk.
Saat itu, pihak BPBD juga menjanjikan kepada dirinya dan beberapa masyarakat yang sempat mendampingi waktu melihat talud yang ambruk ini untuk segera diproses agar segera dibangun baru.
“Maka itu, kami menunggu BPBD SBB untuk membuat talud baru sesuai janji mereka. Tapi kenyataannya sampai hari ini tidak ada kelanjutnya, dan janji itu ternyata cuma dibibir mulut saja,” kecamnya.
Bahkan Riripory menambahkan pula, jika Pemerintah Desa Waesamu juga telah menyurat kepada instansi yang menangani bencana untuk segera menyikapi permasalahan ini.
“Tapi sampai detik ini juga tidak ada jawaban dari BPBD SBB kepada kami,” cetusnya.
Riripory pun mendesak Pemerintah Kabupaten SBB untuk segera mengatasi permasalahan ini.
Karena, apabila tidak segera ditangani, maka sangat berpotensi memicu kerusakan parah pada TPU Desa Waesamu saat terjadi ombak yang besar.
“Jadi apa janji mereka, tolong segera ditepati. Jangan cuma janji-janji saja tetapi padahal menutup mata dengan keluhan masyarakat ini,” tegasnya.
JFL






























