Bupati Biak Apresiasi Ibadah Perayaan Pantekosta I – II di GKI Pniel Opiaref

IMG 20220607 WA0033

Koreri.com, Biak – Perayaan Ibadah Pentakosta I dan II (Pencurahan Roh Kudus) yang digelar GKI Pniel Opiaref dihadiri ratusan warga jemaat.

Ibadah bertempat di halaman gedung gereja lama Opiaref Biak, Senin (6/6/2022) ini mendapat apresiasi dari Bupati Herry Ario Naap yang diwakili Asisten II Setda Biak Numfor Lot. L. Jensenem, SE.

Bupati dalam sambutan yang disampaikan Asisten II mengatakan, konteks ibadah ini memang di dalam visi kepala daerah yakni religi berkarakter dan berbudaya.

Menurutnya, liturgi ibadah seluruhnya dominan menggunakan bahasa Biak karena memang ketika keturunan Roh Kudus itu semua orang Kristen tahu bahwa para murid itu berbicara dengan berbagai- bagai bahasa.

“Pada ibadah kali ini ada budaya yang kembali dikembangkan berdasarkan ketentuan peraturan Bupati menyangkut cara menggunakan busana daerah untuk kegiatan-kegiatan formal dan non formal baik secara kedinasan tapi juga gereja. Maka setiap orang pada hari ini menggunakan baju merah dan menggunakan mahkota bagi mereka laki-laki dan perempuan menggunakan asis itu sudah dibuat dalam peraturan Bupati adalah hal yang lain karena hari ini adalah hari pencurahan Roh Kudus,” ungkap Bupati.

Untuk itu, pemerintah dalam konteks pelayanan kepada masyarakat telah membantu warga jemaat dengan tidak sedikit anggaran yang sudah dilontarkan ke masing-masing jemaat berdasarkan ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku dari tahun ke tahun selama kepemimpinan Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap.

“Itu fondasi yang telah diletakkan oleh pendahulu-pendahulu, para Bupati yang juga adalah orang-orang beriman, orang-orang Kristen dan orang-orang beragama yang telah melakukan itu,” katanya.

Bupati menjelaskan pula, pemerintah juga menugaskan dan melakukan program-program kedinasan kepada warga jemaat melalui klasis, gereja, jemaat-jemaat, melalui orang per orang untuk harus membangun dirinya sendiri dengan cara seperti melaut. Kemudian, Pemerintah menyiapkan alat-alat tangkap, mesin tangkap sampai dengan es batu, pasar sekalipun.

“Juga ada hutan kita yang masih luas dan subur walaupun dibilang konstruksi tanahnya itu hanya karang dan hanya humus saja tetapi kemurahan Tuhan, ada kol juga sawi yang tidak pernah kita bayangkan bertumbuh di Biak sekarang bertumbuh. Pada waktu-waktu yang lalu dan juga hari ini, Tuhan menyatakan sikap kebesaranNya, keberpihakanNya, dan keilahianNya, Dia sudah sampaikan itu tinggal mental orang-orang Kristen yang ada di Klasis Biak Timur untuk bagaimana bisa mengolahnya,” tandasnya.

Untuk itu, Pemerintah mengajak seluruh warga jemaat untuk harus membangun dirinya sendiri.
Pemerintah menyiapkan bibit-bibit tanaman yang berbuah produktif, daun, batang sampai dengan akarnya. Pemerintah juga tawarkan jasa, kekuatan, kesiapan masyarakat untuk harus melakukannya sendiri.

“Bupati juga membuat program bagi petani, nelayan dan peternak agar setiap orang diharapkan dapat mempersiapkan lokasinya dan kandangnya,” sambung Bupati.
Harapan Pemda, ibadah seperti ini tidak hanya sebatas seremonial tetapi ada tindakan iman yang nyata yaitu melakukan sesuatu hal yang positif kepada diri sendiri tapi juga untuk kepentingan orang lain berupa nikmat dari berkat.

“Pesan pemerintah adalah jangan menjadi pelopor dan penghalang atau penuduh dan pemfitnah dan lain-lain tapi jadilah pelopor untuk bisa menggairahkan masyarakat menghidupkan dirinya sendiri dengan berbagai cara-cara yang sesuai dengan ketentuan,” pesannya.

Pemerintah, tegas Bupati tetap konsisten untuk berpihak dan membantu seluruh warga masyarakat kampung yang ada dan seluruh warga gereja baik Gereja Kristen Injili, denominasi gereja yang lain, serta komunitas Islam, Budha dan Hindu yang ada di Kabupaten Biak Numfor tetap menjadi tanggung jawab pemerintah dalam konteks pelayanannya.

HDK

Exit mobile version