Koreri.com, Biak – Dinas Pariwisata (Dispar) Biak Numfor menggelar pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata bertempat di Hotel Mapia Biak, Kamis (9/6/2022).
Pelatihan tersebut diikuti 40 peserta pengelola wisata di wilayah itu.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dispar Baik Numfor, jajaran pimpinan OPD, pimpinan dunia usaha/mitra – pejabat eselon III dan IV, para narasumber, undangan, panitia dan peserta pelatihan.
Bupati Herry Ario Naap. S.Si.,M.Pd dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plh. Sekda Biak Ricky Mailoa mengatakan, perlu ada manajemen yang baik tentang pengelolaan setiap objek wisata sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan.
Minimal, lanjut dia, dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat dan tentunya kepada pengelolanya.
“Menyikapi kemajuan berbagai sektor pembangunan yang telah menjadikan dunia pariwisata sebagai sektor unggulan di banyak daerah dan pengelolaannya semakin kompetitif untuk dijual ke pasar, tentu menuntut kita untuk terus meningkatkan kualitas SDM yang profesional dibidang pariwisata dalam mengelola setiap objek wisata,” lanjut Bupati Herry.
Dengan begitu, daya tarik setiap destinasi yang ada di kabupaten Biak Numfor tidak kalah dan bahkan lebih unggul dari daerah lainnya di Indonesia.
Sehingga Biak akan menjadi daerah tujuan wisatawan.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata. Kegiatan ini penting karena tidak bisa kita pungkiri kalau sistem pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Biak Numfor masih perlu mendapat perhatian serius, termasuk dukungan,” bebernya.
Bupati Herry meminta kepada peserta yang mengikuti pelatihan, supaya ketika pulang nantinya mampu menjadi garda terdepan, pendorong hingga menjadi pioneer dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.
“Minimal hal itu dimulai dari tempat mengelola destinasi wisata masing-masing,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Onny Dangeubun setelah di konfirmasi membenarkan akan hal ini.
Dikatakan, dalam platform pengembangan pariwisata Indonesia saat ini sampai dengan ke depan itu konsepnya adalah 4K.
“Jadi semua destinasi infrastruktur kemudian pola pelayanan itu harus bisa memastikan 4K yakni kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan. Harus menjadi standar dan prasyarat pengelolaan destinasi pariwisata,” ungkapnya.
Lanjut Kadis, toilet ini menjadi salah satu instrumen yang harus di seriusi karena berhubungan dengan psikologi wisatawan ketika hasrat biologis untuk bisa mendapatkan kenyamanan pada saat berkunjung yaitu harus disiapkan dengan baik.
Diakuinya, memang sudah ada pedoman standar terkait dengan toilet umum yang ada di Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian PU itu yang secara konstruksi akan disesuaikan.
Tetapi dalam konteks pelayanan dan pengeluaran toilet, akan mengusung konsep 4 K.
“Itu wajib dilakukan dan Pemda Kabupaten Biak Numfor sejak tahun kemarin dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif lewat DAK fisik maupun non fisik sudah menjadikan pembangunan toilet dan para pengelola pelayanan toilet menjadi salah satu yang penting di destinasi pariwisata,” beber Onny.
Di tahun ini, Dispar Biak melatih 40 pengelola toilet yang ada di beberapa destinasi setempat.
Adapun sasarannya yaitu pelayanan toilet mereka itu inline atau berbanding lurus dengan kompensasi yang diberikan oleh pengunjung.
“Jadi fasilitas disiapkan, konsep pengelolaan toiletnya juga ditingkatkan mutunya yang akan berdampak kepada kepuasan pengunjung serta income yang didapatkan pengelola destinasi ini. Inilah sasaran yang kita ingin capai dalam pelatihan pengelolaan toilet di hari ini,” tukasnya.
Sekedar info, giat pelatihan ini bersumber dari dana DAK non fisik kepariwisataan tahun 2022.
HDK
