Koreri.com, Kobakma – Ribuan massa pendukung Ricky Ham Pagawak (RHP) kembali menduduki sekaligus menjaga kediaman Bupati Mamberamo Tengah di Kobakma, Papua, Senin (13/6/2022).
Massa pendukung RHP membawa alat perang tradisional berupa busur dan anak panah saat menduduki dan kawal kediaman Bupati Mamteng pasca aksi demo desak KPK hentikan kasus dugaan tindak pidana gratifikasi yang sudah menuduh Bupati Ricky Ham Pagawak sebagai tersangka.
Dari pantauan di lapangan, sebelum menduduki rumah kedamaian Bupati Ricky, massa pendukung yang tergabung dalam Forum Peduli RHP melakukan aksi demo di halaman Mamberamo Tengah mendesak agar KPK segera menghentikan kasus dugaan tindak pidana gratifikasi karena diboncengi kepentingan politik 2024.
“Kami sudah serahkan aspirasi dan tuntutan kepada Kapolres Mamberamo Tengah dan kami beri waktu dua hari sudah mendapatkan jawaban pasti dari KPK melalui Polda Papua,” kata Hengky Jikwa penanggung jawab aksi demo di Kobakma, Senin (13/6/2022) pagi.
Dikatakan, massa aksi tetap kawal dan menduduki kediaman Bupati Mamberamo Tengah sampai ada hasil putusan dari KPK bahwa kasus dugaan gratifikasi telah dihentikan proses hukumnya.
“Kami masyarakat pendukung setia pak Ricky Ham Pagawak tetap kawal dan duduki kediaman Bupati Mamteng ini sampai KPK hentikan kasus dugaan gratifikasi ini,” tegas salah pendukung setia RHP.
Selain itu, massa pendukung RHP juga menunggu kedatangan tim KPK di Kobakma.
“Kami tunggu kedatangan mereka (KPK, red) di Kobakma. Karena lokus persoalan yang mereka tuduhkan ada di sini,” desaknya.
Di halaman kediaman Bupati Mamteng, massa pendukung dan simpatisan 5 distrik, perwakilan paguyuban dan relawan RHP wilayah Lapago melakukan tradisi adat bakar batu.
“Pokoknya kami tetap duduki dan kawal sampai kasus tuntas, karena pak RHP itu Gubernur Papua setelah Lukas Enembe,” pungkasnya.
SEO
