Koreri.com, Palembang – Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Provinsi Papua menyumbang satu medali perunggu pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI 2022, di Mall Opi Palembang, Sumatera Selatan, Senin (4/7/2022).
Medali perunggu di diraih ILDI Papua kategori 41 tahun ke atas dengan poin 147, sementara juara satu diraih Jawa Timur dan juara dua Provinsi Banten.
Ketua ILDI Papua, Vince Rumaropen, usai pertandingan mengaku sangat bangga dengan hasil yang diraih, sebab ini kali pertama keikutsertaan Papua pada FORNAS.
“Hasil hari ini kami berhasil meraih medali perunggu, saya sebagai ketua ILDI Papua merasa bangga sebab kami hanya berlatih selama enam bulan,” katanya.
“Lomba ILDI ini diikuti seluruh Indonesia, namun puji Tuhan kami dapat memperoleh hasil yang sangat luar biasa,” kata Vince Rumaropen.
Dijelaskan, latihan ILDI Papua baru dilakukan pada bulan Maret 2022, setelah melakukan workshop dan dari hasil tersebut sekaligus dilakukan seleksi pegiat terbaik melalui Litbang ILDI Papua.
“Dengan waktu yang sangat singkat, namun berkat semangat dan pantang menyerah akhirnya membuahkan hasil terbaik, mereka bisa bersaing dengan pegiat ILDI se Indonesia,”ucapnya.
Sementara itu, Instruktur ILDI Papua, Anita, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya setelah tim yang diasuhnya berhasil meraih medali perunggu.
“Walaupun kami hanya diberikan waktu latihan yang cukup singkat, tapi teman-teman yang mempercayakan saya sebagai Pelatih, saya hanya katakan satu kosongkan gelas kalian supaya saya bisa isi, karena kalau datang dengan gelas yang penuh saya tidak bisa lagi, karena akan tumpah ruah,” kata Anita.
Dengan motivasi dan ketekunan mereka, ILDI Papua berhasil meraih prestasi untuk kategori 41 tahun.
“Karena mereka mau mendengar, giat dan rajin, maka inilah hasil yang mereka raih yakni juara tiga kategori 41 tahun ke atas,”bebernya.
Dirinya berharap pegiat ILDI Papua lebih giat dan optimis, sebab Papua juga bisa dan tidak terbelakang tapi sama dengan daerah lain di Indonesia, Papua bisa, Indonesia bisa .
“Bagi teman-teman yang akan mengikuti pertandingan perorangan besok (Selasa) tunjukkan bahwa Papua bisa, tidak ada kata tidak bisa. Yang tidak bisa itu artinya sudah tidak punya harapan,”tambahnya.
RED
