Koreri.com, Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura siap mediasi penyelesaian polemik antara dua kubu di lembaga legislatif Kota Jayapura yang hingga saat ini masih kontroversial.
Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey, mengatakan polemik yang terjadi di DPRD Kota Jayapura adalah masalah internal untuk melengkapi alat kelengkapan dewan.
Dikatakan, langkah mediasi yang diinisiasi Pj
Walikota Jayapura ini untuk mencari jalan keluar antara dua kubu, baik partai politik maupun fraksi yang masih saling bersikeras dan mempertahankan egonya masing-masing.
“Hal ini dilakukan demi program pemerintah dan pelayanan kemasyarakatan bisa berjalan dengan baik, mengingat eksekutif dan legislatif adalah mitra dalam penyelenggaraan pembangunan di Kota Jayapura,” kata Frans Pekey di Jayapura, Kamis (7/7/2022).
Menurut Frans, semuanya diatur dengan peraturan perundangan undangan yang berlaku, sehingga jika semua dijalankan berdasarkan peraturan yang ada maka apapun masalah bisa diselesaikan.
“Saya sudah melakukan mediasi dan bertemu dengan tiga pimpinan dewan, tapi juga partai politik dan fraksi yang saling berkompetisi,” kata Frans Pekey.
“Jadi, rencana sebenter sore kami mediasi agar situasi ini segera diakhiri, seraya mengku sudah sepakat dengan pimpinan dan seluruh anggota dewan untuk diselesaikan,” sambung Frans.
Untuk itu, kata Pekey, pihaknya akan mengundang pimpinan dan semua anggota dewan untuk duduk bersama, bicara dari hati ke hati.
“Kta semua adalah keluarga yang menyelenggarakan pemerintahan di kota Jayapura. Eksekutif dan Legislatif adalah penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.
“Mudah-mudahan, Tuhan membuka hati dan pikiran kepada bapak ibu anggota dewan dan juga pemerintah kota supaya kita bisa segera mengakhiri, sehingga bisa agenda-agenda pemerintahan bisa terlaksana,’ ujar Frans Pekey.
Dijelaskan, agenda pemerintah yang terdekat adalah sidang LKPD, materinya pemerintah kota sudah kirim ke dewan dan setelah itu ada sidang APBD perubahan 2022, kemudian sidang-sidang non APBD dan juga sidang APBD 2023.
Begitu juga agenda-genda kedawanan sendiri yang sangat banyak seperti, hearing dan reses semua ini bisa berjalan kalau situasi di dewan kondusif.
“Saya mengajak pimpinan dan seluruh anggota DPRD kota Jayapura, mari kita dinginkan suasana hati dan pikiran kita, seraya berpikir untuk kepentingan masyarakat kota Jayapura bukan kepentingan siapa-siapa,” pungkasnya.
SAV
