Teluk Bintuni Lampaui Rata-rata Nasional Penyaluran Dana Desa

Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu PB Bayu Andy Prasetya
Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu PB Bayu Andy Prasetya / Foto : Antara

Koreri.com, Manokwari – Kabupaten Teluk Bintuni menjadi salah satu dari tiga daerah di Provinsi  Papua Barat yang berhasil melampaui rata-rata nasional dalam penyaluran dana desa.

Dua kabupaten lainnya masing-masing, Manokwari dan Pegunungan Arfak.

Ketiga wilayah itu dengan persentase penyaluran dana desa (DD) dari 12 kabupaten di Provinsi Papua Barat jauh melampaui rata-rata nasional yang mencapai 50,24 persen.

Rinciannya, Kabupaten Teluk Bintuni dengan persentase penyaluran dana desa mencapai 69,10 persen, diikuti Kabupaten Manokwari sebesar 68.44 persen dan Kabupaten Pegunungan Arfak sebesar 52.45 persen.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Papua Barat Bayu Andy Prasetya mengakui untuk sembilan kabupaten lainnya masih di bawah 50 persen.

“Memang hanya tiga kabupaten yang persentase penyaluran dana desanya di atas rata-rata nasional yakni Bintuni, Manokwari dan Pegunungan Arfak. Sisanya masih di bawah 50 persen, tapi ini sudah sangat bagus,” kata Bayu di Manokwari, Jumat (8/7/2022).

Sejak pandemi Covid-19 mekanisme penyaluran dana desa dibagi menjadi dua bagian terpisah yaitu bantuan langsung tunai (BLT) dan non BLT.

Untuk BLT disalurkan setiap triwulan sesuai data keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah diinput, dimana penerima manfaat mendapat Rp300 ribu.

Sebelum melakukan pencairan, Pemerintah daerah diwajibkan upload peraturan desa atau peraturan kepala desa tentang penetapan KPM BLT desa.

“Alokasi BLT dana desa sebesar 40 persen dari pagu anggaran yang diterima, sementara non BLT sebesar 60 persen,” jelasnya.

Adapun pagu anggaran dana desa untuk Provinsi Papua Barat mencapai Rp1,363,773,504,000, dan baru tersalurkan sebesar 46,66 persen atau Rp578,478,184,680,  sampai pada akhir Juni.

ZAN

Exit mobile version