Hehanussa Sambangi 2 Dusun Terdampak Bencana di SBB, Belum Tersentuh Pemerintah

IMG 20220809 WA0021

Koreri.com, Ambon – Cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah Maluku, termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) beberapa waktu lalu menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas umum maupun rumah-rumah warga di daerah tersebut.

Banyak dari warga yang terdampak bencana telah mendapat perhatian Pemerintah, namun ada juga yang belum bahkan tidak sama sekali.

Tak tinggal diam, Anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan SBB, M. Hatta Hehanussa menyambangi dusun Waiselang dan Kelapa Dua, Desa Kairatu usai mengunjungi Kecamatan Huamual Belakang, Waisala, dan Seram Barat.

Ia melihat langsung lokasi bencana di dua dusun tersebut, setelah menerima informasi dan laporan dari warga atas apa yang menimpa pemukiman mereka.

Warga di kawasan itu mengaku, jika sampai saat ini belum juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah.

“Setelah kita menerima informasi jika dampak dari cuaca buruk hingga mengakibatkan banjir dan longsor beberapa waktu lalu, maka kami berkesempatan untuk meninjau dusun Waiselang dan Kelapa Dua,” terang Hehanussa, kepada wartawan seusai meninjau dua lokasi bencana itu, Senin (8/8/2022).

Menurut Anggota Komisi III ini, di dusun Kelapa Dua terdapat dua unit rumah warga yang mengalami longsor akibat banjir dan hantaman ombak.

“Jadi ada dua unit rumah di tepi pantai Dusun Kelapa Dua itu alami rusak parah yakni longsor akibat banjir yang mengikis pondasi rumah  dan hantaman ombak laut saat cuaca ekstrim beberapa waktu lalu itu,” ujarnya.

Hehanussa mengungkapkan, selain banjir dan dihantam ombak akibat talud pantai didusun tersebut sudah roboh sejak beberapa waktu lalu, sebelum cuaca buruk yang terjadi dipertengahan hingga akhir Juli kemarin.

“Informasi yang saya terima jika ombak menghantam rumah warga hingga rusak parah, dimana sebagaian besar badan kedua rumah itu ambruk setelah talud pantai yang selama ini menjadi pelindung rumah-rumah warga ditepi pantai itu ambruk lebih awal,” jelasnya.

Dikatakan, dua keluarga yang terdiri dari 10 jiwa itu telah mengungsi ke kerabat terdekat pasca rumah mereka mengalami rusak total.

“Mereka sudah mengungsi saat itu juga. Namun yang lebih parah lagi sampai saat ini mereka belum mendapatkan perhatian apapun.
Nah ini yang menjadi catatan utama untuk kita bisa memperjuangkan nasib mereka,” bebernya.

Usai dari Kepala Dua, Hehanussa kemudian mendatangi dusun Waiselang, Desa Kairatu.
Didusun tersebut dirinya langsung mendatangi lokasi longsor yang menimpa salah satu gedung PAUD Nurul Aini.

“Tembok bagian kirim PAUD Nurul Aini ini roboh setelah dihantam banjir, akibat dari talud sungai yang berada disamping gedung PAUD ini ambruk,” kata dia.

Hehanussa menegaskan, baik rumah warga maupun gedung PAUD di kedua dusun tersebut hingga kini belum juga mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah dan instansi terkat.

“Kasihan juga kalau tidak diperjuangkan. Informasi dari warga jika gedung PAUD yang rusak ini belum dapat bantuan apa-apa sampai saat ini. Jadi bukan PAUD dan dua rumah warga itu, melainkan ada talud pantai sekitar 70 meter, kemudian talud sungai yang membuat gedung PAUD itu longsor, semuanya sudah menjadi catatan yang nantinya diperjuangkan dengan harapan agar segera tertangani dengan baik,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version