Wally : Kampung Nendali Netar Siap Untuk Sarasehan KMAN VI 2022

IMG 20220920 WA0006

Koreri.com, Sentani – Kepala Kampung Nendali Netar Wemfrid Wally menyatakan kesiapan pihaknya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI pada 24 – 30 Oktober 2022.

Kampung Nendali Netar berada di pinggir jalan Raya Sentani – Waena dan juga berada tepat di pinggir Danau Sentani.

Wally menegaskan sebagai anak adat dan juga mewakili masyarakat adat, pihaknya sangat siap untuk KMAN ke VI ini.

“Kami sedang memfasilitasi persiapan-persiapan karena Kampung Nendali adalah salah satu tempat sarasehan.

Sebagai anak adat, kami sangat siap dan kami senang karena kampung kami menjadi tempat sarasehan dan akan dikunjungi oleh masyarakat adat dari seluruh Nusantara. Jadi kami sedang mempersiapkan semua hal yang akan menunjang suksesnya Kongres Aman ke VI di wilayah Tabi ini. Momen penting untuk mengangkat budaya yang adalah jati diri kita,” tegasnya, Jumat (16/9/2022).

Wally merincikan persiapan-persiapan yang sedang dilakukan diantaranya, perbaikan infrastruktur seperti MCK, rabat halaman Obhe, pembangunan dermaga kampung, air bersih, dan juga penataan halaman Kampung. Semua ini dipersiapkan dengan memanfaatkan dana Kampung yang telah dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan belanja Kampung (APBK) tahun 2022.

Selain itu, alokasi dana kampung untuk Program Ekonomi Hijau dipersiapkan juga pengadaan hasil kebun dari kebun mama-mama di Nendali. Hasil kebun ini bahan konsumsi peserta yang akan datang di kampung Nendali.

“Jadi dari alokasi dana kampung untuk Program Ekonomi Hijau, kami akan siapkan Ikan, ubi-ubian, sagu, sayuran dan kue sagu,” rincinya.

Tentang tempat penginapan peserta, Wally menyatakan, masyarakat adat dan pemerintah kampung Nendali akan menyiapkan, 20 unit rumah warga. Datanya telah diserahkan kepada panitia lokal KMAN VI.

“Hanya kami masih menunggu informasi pasti dari panitia, apakah peserta akan menginap di rumah warga atau di tempat lain yang akan disiapkan oleh panitia,” kata Kepala kampung itu.

Ditambahkannya, program perbaikan infrastruktur ini bukan hanya karena akan ada kongres, namun ini sudah menjadi program untuk perbaikan infrastruktur di kampung.

“Saya berharap, ada kerja sama yang baik antara Panitia lokal dan juga Pemerintah Kampung untuk mensukseskan Kongres Aman ke VI di wilayah Adat Tabi ini,” pungkasnya.

RED

Exit mobile version