Buka PENSIL II, Bunda Lisa Dorong Anak Cintai Budaya-Literasi di Tengah Era Digital

Lisa Wattimena PENSIL II 2026

Koreri.com, Ambon – Pentas Seni dan Literasi (PENSIL) II yang diselenggarakan oleh PAUD Rantai Kasih bersama Yayasan Elphidos Maluku di Taman Budaya Ambon, Sabtu (20/6/2026).

Bunda PAUD Kota Ambon Lisa Wattimena membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Mengusung tema “Warisan yang Menolak Hilang”, kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak usia dini untuk menampilkan kreativitas melalui seni, budaya, dan literasi, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dalam sambutannya, Lisa Wattimena menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai moral, kebangsaan, sosial, lingkungan, serta kecintaan terhadap seni dan budaya sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.

“Usia dini merupakan masa yang sangat penting karena anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, rasakan, dan pelajari. Karena itu, pengenalan nilai-nilai budaya dan karakter harus dilakukan sejak dini,” ujar Lisa di hadapan peserta, guru, orang tua, dan tamu undangan.

Menurutnya, di tengah derasnya arus digitalisasi dan masuknya berbagai pengaruh budaya global, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia menilai tema yang diangkat dalam PENSIL II memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Melalui berbagai pertunjukan seni, tarian, nyanyian, hingga kegiatan literasi, anak-anak diperkenalkan kembali pada nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari jati diri bangsa.

“Jika kita mengabaikan warisan budaya, maka apa yang menjadi ciri khas kita akan hilang ditelan zaman. Melalui tarian, nyanyian, cerita, dan berbagai pertunjukan seni, kita sedang mengenalkan kembali budaya kepada anak-anak sejak usia dini,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya pelestarian budaya, Lisa juga menekankan bahwa literasi merupakan salah satu kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, literasi pada jenjang PAUD tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pengembangan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap buku, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

“Ketika anak mencintai literasi dan memahami budayanya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Lisa memberikan apresiasi kepada PAUD Rantai Kasih dan Yayasan Elphidos Maluku yang dinilai konsisten menghadirkan program-program edukatif yang berdampak positif bagi perkembangan anak usia dini.

Ia juga mengajak para guru dan orang tua untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendampingi proses belajar anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Orang tua diimbau untuk meluangkan waktu membaca bersama anak serta membatasi penggunaan gawai agar tercipta interaksi yang lebih berkualitas.

Menutup sambutannya, Lisa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pendidikan anak usia dini melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan berbasis budaya.

“Melalui seni dan literasi, kita sedang menanamkan identitas, karakter, dan kecintaan terhadap budaya kepada anak-anak. Mari bersama menjaga warisan budaya agar tidak lekang oleh waktu demi masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Bunda PAUD Kota Ambon secara resmi membuka Pentas Seni dan Literasi (PENSIL) II Tahun 2026, yang ditandai dengan pembukaan kegiatan dan disambut antusias oleh para peserta serta orang tua yang hadir.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta bangga terhadap budaya daerah dan bangsa.

JFL

Exit mobile version