Koreri.com, Timika – Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Distrik Mimika Baru menghadirkan program baru.
Kali ini, distrik yang dipimpin seorang perempuan muda kreatif itu hadir dengan kreasi baru “Gerakan Daur Ulang” dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aksi spesial ini selain menyasar warga masyarakat yang notabene adalah umat beragama di wilayah Distrik Mimika Baru, juga seluruh Kabupaten Mimika untuk berpartisipasi dalam Gerakan Kolekte Daur Ulang, Gerakan Sedekah Daur Ulang, dan Gerakan Persembahan Kasih bagi lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan sekaligus wujud syukur kepada Tuhan.
Menurut Kepala Distrik Mimika Baru Merlyn Temorubun, menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar. Cukup dengan mengumpulkan botol plastik, kardus, kaleng, maupun sampah anorganik lainnya yang masih memiliki nilai ekonomis, masyarakat sudah ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai gerakan bersama untuk memerdekakan lingkungan dari sampah. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi manfaat bagi rumah ibadah, pelayanan umat, dan masyarakat,” ujarnya.
Gerakan ini dipusatkan di Pos Timbang Merdeka, Bundaran Petrosi, yang mulai dibuka pada Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 15.00 WIT, kemudian berlanjut setiap hari mulai 6 hingga 30 Agustus 2026, pukul 10.00–16.00 WIT.
Sampah anorganik yang dibawa masyarakat akan ditimbang dan dapat ditukarkan dengan uang tunai maupun berbagai hadiah menarik. Hasilnya juga dapat disumbangkan kembali untuk mendukung kegiatan pelayanan gereja, masjid, maupun rumah ibadah lainnya.
Merlyn berharap seluruh jemaat, jamaah, pemuda gereja, remaja masjid, Sekolah Minggu, keluarga, serta seluruh lapisan masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan ini sebagai bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai iman dan kebersamaan.
Melalui program ini, Distrik Mimika Baru tidak hanya mengajak masyarakat menjaga kebersihan, tetapi juga membangun budaya daur ulang yang bernilai ekonomi, sosial, dan spiritual.
TIM
