Koreri.com, Sorong – Tari Pangkur Sagu membuka Pentas Seni Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bethel Malasilen yang digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 125 anak dan remaja tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari tari-tarian daerah, puji-pujian, solois, drama musikal hingga pembacaan puisi.
Pentas seni ini tidak hanya menjadi ruang bagi anak dan remaja untuk menyalurkan bakat serta kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penggalangan dana untuk mendukung pembangunan gedung Sekolah Minggu Jemaat GKI Bethel Malasilen.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, yang hadir bersama istrinya, Jemima Elisabeth Lobat, mengapresiasi kreativitas Jemaat GKI Bethel Malasilen dalam memanfaatkan talenta anak-anak melalui seni dan puji-pujian.
“Pentas seni yang dilakukan Jemaat GKI Malasilen merupakan suatu hal yang luar biasa karena mampu mencari cara, memanfaatkan dan menggunakan talenta-talenta anak-anak kita,” ujar Walikota.
Diakuinya bahwa selama kurang lebih tiga tahun berada di Kota Sorong, dirinya belum melihat kegiatan jemaat yang mengembangkan bakat anak-anak sekaligus diarahkan untuk mendukung pelayanan dan pembangunan gereja dengan cara seperti yang dilakukan GKI Bethel Malasilen.
Septinus menilai pentas seni tersebut tidak semata-mata bertujuan menggalang dana untuk pembangunan gedung Sekolah Minggu.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan bagi anak-anak agar semakin mengenal, memuji, dan memuliakan Tuhan melalui talenta yang telah mereka terima.
“Yang paling utama adalah kita menyiapkan anak-anak ini untuk mengenal lebih jauh dan memuji Tuhan karena dengan puji-pujian anak-anak itu dapat menjadi berkat dengan mengembangkan talenta mereka ,” katanya.
Melalui pembangunan gedung sekolah Minggu nantinya diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung dalam mengembangkan kemampuan pembinaan anak dan remaja di lingkungan Jemaat GKI Bethel Malasilen.
Untuk itu Walikota meminta panitia menyiapkan proposal agar pemerintah kota dapat melihat kebutuhan dan bentuk dukungan yang dapat diberikan.
“Panitia nanti kasih kami proposal, supaya kami bisa membantu. Harus ada proposal, karena janji itu memang harus dijaga dan dalam janji iman walaupun kita tidak punya apa-apa, tetapi Tuhan pasti sediakan yang terbaik,” katanya.
Walikota berharap kreativitas yang ditunjukkan Jemaat GKI Bethel Malasilen dapat menjadi inspirasi bagi jemaat lainnya di Kota Sorong untuk mengembangkan potensi anak dan remaja melalui kegiatan yang positif.
“Kalau bisa, jemaat-jemaat yang lain dapat meniru Jemaat Malasilen ini. Sebelum kita meminta, kita harus berusaha terlebih dahulu ,”pungkasnya.
Pentas Seni PAR GKI Bethel Malasilen turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Sorong Musa Fonataba, Ketua PHMJ GKI Bethel Malasilen Pdt.Flora L.Tan, anggota BPK Wilayah IV Pdt.M.Kemeray, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga PBD Bernadus Asmuruf, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong Hendrik Momot serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kehadiran Wali Kota Sorong bersama jajaran pejabat pemerintah menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas dan inovasi masyarakat, khususnya dalam memberikan ruang bagi anak dan remaja untuk mengembangkan talenta dan bakat melalui seni, sekaligus mendukung pelayanan dan pembangunan gereja.
ZAN
