Koreri.com, Sorong – Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong mengakui masih menghadapi keterbatasan sarana prasarana (sarpras) untuk menangani pemangkasan pohon, terutama saat memasuki musim angin dan hujan.
Hal itu diungkapkan Kepala DPPLH Kota Sorong Corina Mansawan, SE, MM saat dikonfirmasi Koreri.com di lokasi penebangan pohon, Rabu (17/9/2026).
Pihaknya, lanjut Kadis, baru saja menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pohon berukuran besar yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan di kawasan Puncak Arfak.
“Dari pengaduan masyarakat, kami bersama staf turun ke lapangan hari ini dan menyelesaikan penebangan pohon,” ujarnya.
Menurut Kadis, kendala utama yang dihadapi DPPLH adalah keterbatasan armada khusus pemangkasan pohon. Selama ini, petugas masih mengandalkan peralatan manual dalam melakukan pemangkasan.
“Kami masih terbatas dalam mobil pemangkasan pohon. Selama ini pemangkasan dilakukan secara manual dan APD (alat pelindung diri) kami juga belum lengkap,” bebernya.
Diakui Kadis, saat ini masih diberlakukan kebijakan efisiensi anggaran sehingga pengadaan armada serta peralatan pendukung pemangkasan pohon masih terbatas.
“Karena efisiensi anggaran, ke depan kami berharap ada pengadaan mobil pemangkasan pohon karena sangat membantu melihat tingkat kesulitan yang dihadapi petugas di lapangan,” imbuhnya.
Pasalnya, sarana tersebut dinilai sangat penting mengingat laporan masyarakat cenderung meningkat ketika terjadi angin kencang dan hujan.
Selain pohon besar, DPPLH juga menerima laporan terkait pohon-pohon tua yang membutuhkan pemeliharaan maupun penanganan khusus.
Meski terkendala sarana, DPPLH memastikan koordinasi dengan instansi terkait selama ini berjalan baik. Penanganan pohon yang berdekatan dengan jaringan listrik maupun kabel telekomunikasi dilakukan melalui kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong dan PLN UP3 Sorong juga pihak Telkomsel.
“Kami berterima kasih kepada BPBD, PLN UP3 Sorong juga Telkom atau Indihome yang selama ini selalu berkolaborasi dengan kami dalam penyelesaian pemangkasan pohon, terutama ketika ada aliran listrik maupun kabel-kabel Wi-Fi,” ucapnya.
Kadis menegaskan, sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat dapat dilakukan secara aman dan cepat.
ZAN
