Koreri.com, Ambon – Umat Kristiani di seluruh dunia telah memasuki Minggu – minggu Adventus yang merupakan masa penantian kedatangan Sang Juru Slamat Yesus Kristus.
Dan untuk mengisi waktu itu, perayaan Natal mulai dilakukan oleh berbagai kalangan demikian pula umat Nasrani yang ada di Kota Ambon.
Salah satunya, Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Haria di Kota Ambon yang turut mengisi masa penantian itu dengan menggelar perayaan Natal bersama.
Perayaan yang berlangsung di Gereja Maranatha Ambon, Jumat (2/12/2022) dihadiri seluruh masyarakat Haria yang berdomisili di ibukota Provinsi Maluku tersebut.
Tema yang diusung “Marilah Kita Pergi dan Berjumpa Dengan Juruslamat Kristus Tuhan”.
Perayaan diawali dengan persembahan lagu pujian – pujian dari pars pemuda pemudi Haria serta tayang video dan running text aktivitas Pusaka selama 2022.
Pdt. Prof. Dr. J. Ch. Ruhulessin, dalam refleksinya yang dipimpin mengajak anak, cucu Haria untuk memaknai arti Yesus yang sebenarnya. Karena berbicara tentang Yesus maka berbicara tentang hidupNya, karyaNya, pekerjaanNya, kematianNya, kebangkitanNya hingga Ia datang kembali.
“Natal itu bukan tontonan, pohon Natal juga bukan tontonan tetapi Natal itu karakter kita, hidup kita. Natal itu sebagai sebuah karakter kita, memiliki sikap hidup yang luar biasa dan memberi hidup sebagai anak negeri yang harus memaknai apa itu pesona Yesus. Karena pesona Yesus adalah sebuah permata indah yang terbungkus didalam Lamping dan terbaring didalam palungan,” ungkapnya.
Lanjut Pdt. Ruhulessin, pesona Yesus adalah tangan Allah yang terulur, tangan Allah yang menyelamatkan manusia dan itulah yang membuat anak cucu negeri Haria berkumpul untuk merayakan Natal bersama-sama.
“Maka itu marilah kita sungguh-sungguh untuk menjemput Allah yang menawarkan keselamatan bagi kita,” ajaknya.
Sementara Ketua Penasehat Pusaka Haria, Drs. Agus Ririmasse dalan kesan dan pesan Natal menyampaikan komitmen untuk membesarkan organisasi ini.
“Eksitensi dari Natal itu harus berdampak kepada orang lain,” tandasnya.
Oleh karena itu, melalui koordinasi dengan Panitia, akhirnya dilakukan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan layanan adminitrasi kependudukan maknanya keberagaman bagi orang lain.
Dia mengaku kehadiran Pusaka Haria bukan saja untuk pengurus, tetapi harus berdampak kepada orang lain. Dengan kata lain, potensi yang dimiliki anak Haria harus dikembangkan dan menjadi berkat untuk orang lain. .
Ririmasse juga menambahkan bahwa dengan potensi yang ada maka harus pula dikembangkan.
“Karena itu, Haria harus kompak bersatu untuk negeri kita dan ada kebersamaan,” tandasnya.
Momen Natal Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Haria berakhir dengan penuh suka cita dan kegembiraan dari anak-anak di tanah rantau yang ada di Kota Ambon.
JFL






























