Koreri.comi, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat sejak dipimpin Penjabat Gubernur, Drs Paulus Waterpauw,M.Si, terus berupaya untuk memulihkan ekonomi dengan melibatkan pihak swasta.
Fokus kebijakan kepemimpinan mantan Kapolda Papua itu lebih kepada sektor ekonomi ditengah pandemi COVID-19.
Dalam refleksi akhir tahun 2022 Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pj Gubernur Paulus Waterpauw mengatakan, dengan menggandeng pihak swasta cukup efektif dan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Papua Barat -0,04% pada triwulan I menjadi 6,07% di triwulan II sesuai data dari Badan Pusat Statistik,” kata Gubernur saat memaparkan refleksi akhir tahun 2022 di Arfak Convention Hall Mapolda Papua Barat, Sabtu (31/12/2022)
Dikatakan Waterpauw, dengan terus mendorong pertumbuhan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dengan melibatkan Kaum milenial sekaligus mendorong regulasi produk lokal, yaitu rancangan peraturan Gubernur tentang percepatan peningkatan penggunaan produk lokal unggulan untuk menyukseskan gerakan bangga produk lokal.
“untuk sekarang Rancangan pergub tersebut telah selesai dikonsultasikan kepada Kemendagri dan tinggal menunggu Nomor Registrasi), sejalan dengan Topik Peningkatan Ekonomi Kreatif,” jelasnya.
Pergelaran sejumlah event lokal yang memperkenalkan produk UMKM diharapkan dapat menumbuhkan iklim usaha yang baik, serta memperkenalkan produk karya anak negeri.
Selanjutnya, selama tahun 2022 provinsi Papua Barat juga telah melakukan program keberpihakan dalam meningkatkan daya beli masyarakat untuk menekan angka inflasi di bawah 3%.
“Pemerintah mendorong implementasi 40% penggunaan dan pemakaian produk lokal unggulan daerah. Inflasi kita terus mengikuti daerah lain karena masih sebagai daerah penerima dan bukan daerah produsen,” pungkas mantan Kaba Intelkam Polri itu.
Selain itu, Pemprov merangkul dewan adat dan lembaga masyarakat adat suku-suku yang ada di wilayah papua barat untuk ikut serta melakukan sosialisasi program pemerintah dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat adat dengan membentuk unit koperasi adat.
KENN
