Koreri.com, Manokwari– Sudah 168 tahun api injil dinyalakan di tanah Papua, dalam pasang surutnya pekabaran injil ada suka dan duka tapi di atasnya ada nama Tuhan yang terus dipermuliakan karena semuanya tidak terlepas dari kuasa serta kasihnya yang teramat besar bagi semua umatnya.
Penjabat Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw,M.Si mengatakan, tepat 5 Februari 2023 semua orang di tanah Papua memperingati 168 tahun hari pekabaran injil di tanah Papua, banyak berubah di tatanan kehidupan, kearah yang lebih baik sebagai dampak masuknya injil di tanah Papua.
Namun, menurut Paulus Waterpauw tak dapat dipungkiri banyak hal berubah ke arah negatif dari derasnya globalisasi, modernisasi yang sepintas seolah-olah tak dapat dibendung.
Untuk itu Dia mengajak umat kristiani selalu percaya, bukti nyata iman yang disandarkan pada Tuhan Yesus Kristus tidak sia- sia. sebab telah terbukti Tuhan yang dapat diandalkan.
“Fakta di atas membuktikan Tuhan diandalkan dalam kehidupan, kita temui dalam keseharian kita, saat kita sakit, ada masalah, ada ancaman, ada pergumulan berat sekalipun, dia bukti dari iman dan kepercayaan kita,” jelas penjabat gubernur dalam sambutannya.
“Kita percaya firmannya yang mengandung petunjuk, perintah, janji dan penghiburan dan kekuatan kita yang selanjutnya kita imani dalam setiap langkah kehidupan kita sesuai firmannya Ibrani 11 : 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat,” ucapnya
Penjabat Gubernur Papua Barat mengatakan, momentum peringatan hari pekabaran injil, semua akan lebih berharap, beriman hanya kepada Tuhan Yesus Kristus.
“Kita berada disini karena kasih dan penyertaan Tuhan yang dinyatakan dalam 168 tahun silam di atas tanah ini. Ketika itu kedua insan belia dari Benua Eropa mempertaruhkan hidupnya menabur benih injil, membebaskan jiwa yang sedang terpenjara dalam kegelapan, kelam di dataran belantara Papua,” kata Waterpauw.
Dalam doa sulung kedua misionaris muda ”Dengan nama Tuhan kami menginjakan kaki di atas tanah ini” telah menepis kabut kegelapan yang menutup negeri ini, maka dari itu pada hari ini kita menikmati terang sukacita, yang menuntun kita semua ada dan hidup sampai saat ini bersama-sama beribadah pada HUT pekabaran injil ke – 168 tahun 2023.
Oleh karena itu hanya pujian dan syukurlah yang kita panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus yang telah mengutus kedua hambanya Ottow dan Geisler membawa berita injil terang, berita kabar keselamatan bagi kita semua di tanah Papua,’’ ujar Waterpauw.
Datangnya injil di tanah berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi bagi masyarakat Papua, bahkan telah merambah ke dalam dunia politik dan pemerintahan. Injil telah merubah tatanan masyarakat, dari pola hidup yang penuh dengan semangat individual dan kini menjadi masyarakat yang cinta damai. Karena masyarakat Papua telah merasakan hidup yang damaikan dengan Allah melalui pengorbanan Kristus.
Rintisan injil membuka isolasi masuknya pembangunan dalam seluruh aspek kehidupan manusia, yang pada saat ini di prakarsai pemerintah. Injil telah berjasa bagi pemerintah dalam berkarya bagi kemanusiaan di Papua.
Kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, yang kita nikmati dalam abad milenial merupakan buah dari pengorbanan yang pernah terjadi 168 tahun lalu dalam sejarah kehidupan manusia.
“Saya sungguh percaya dan selalu saya menyerukan, bahwa ketika pemerintah hendak membangun Papua, hendaknya berpijak pada latar belakang historis, kiblat peradaban orang Papua dari Pulau Mansinam,”tandasnya.
Artinya, bahwa hendaknya nilai historis itu menjadi landasan atau sebagai pondasi filosofi dalam membangun Papua. Itulah sebabnya mengapa ketika saya mengajak kita, membangun Papua Barat, saya selalu memfokuskan pada pembangunan yang bertumpu pada membangun masyarakat Papua Barat yang aman, sejahtera dan bermartabat.
Inilah ciri pembangunan yang menjadikan nilai – nilai injil sebagai filosofi kearifan lokal dalam membangun masyarakat, secara khusus masyarakat yang berada di atas tanah Papua ini.
HUT ke -168 mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian Dan Kesejahteraan “ (2 korintus 5 : 18 – 19, mazmur 72 : 2 – 3 ).
Waterpauw mengajak semua anak – anak Tuhan, warga gereja dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu, agar bersama-sama melihat dinamika di atas tanah ini dan bertanya; Sudahkah kita membangun negeri ini dengan hati bersih, dengan hati jujur, tidak korupsi, tidak kolusi tidak nepotisme, sehingga kita menjadi berkat bagi masyarakat.
“Kepada hamba – hamba Tuhan, Saya meminta, mengajak kita semua mendoakan siapapun dia yang berprofesi sebagai pelayan, agar dapat diinspirasi oleh roh kudus dalam bekerja melayani masyarakat dengan sungguh sungguh,”tambah Waterpauw.
Menurutnya, bahwa butuh kerja sinergis, saling dukung, topang, bergotong royong, sehingga tidak ada sekat yang dibatasi rasa ego masing-masing, tetapi saling mendukung, menghargai sesuai talenta, panggilan, pengabdian masing – masing.
Dengan semangat pekabaran injil di Tanah Papua, kiranya masyarakat Papua Barat dan di Tanah Papua dimana kita diami ini adalah tanah yang diberkati, oleh karena injil kebenaran Allah bagi keselamatan manusia, untuk itu marilah bekerja, berkarya melayani dengan mendasari nilai- nilai injil.
“Oleh karena tempat dimana kita berpijak saat ini, adalah tanah injil. Tanah yang penuh dengan suasana saling menghargai antar sesama anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan semangat injil, kita terus menata harmoni, kebersamaan membangun dengan hati, dan mempersatukan dengan kasih. Marilah kita semua menjaga dan merawat NKRI yang Tuhan anugerahkan, agar tetap utuh, maju di semua aspek kehidupan,’’ terangnya.
Kepada anak – anak, remaja dan pemuda Ia berpesan berkomitmen jadikan gaya hidup yang merefleksikan injil Tuhan dengan bertekad menjauhkan diri dari sex bebas, minuman keras, lem aibon, narkoba yang membuat generasi hancur dan sulit bangkit.
“Ingat bahwa ditangan saudara – saudara lah berita injil kebenaran harus terus diwartakan sampai ke seluruh pelosok tanah Papua,” pesan Waterpauw.
KENN
