Koreri.com, Jayapura – Gereja Kingmi di Tanah Papua melaksanakan ibadah syukur bertempat di Jemaat Zaitun APO Klasis Kota Jayapura, Kamis (6/4/2023).
Ibadah syukur tersebut dalam rangka memperingati usia yang ke 61 tahun sejak berdiri pada 6 April 1962 di Beoga yang diikuti oleh perwakilan jemaat dari berbagai rayon yang ada di Kota Jayapura.
Pdt . Naftali Takimai, MH yang memimpin langsung ibadah syukur dalam inti khotbahnya berpesan kepada warga jemaat sebagaimana maksud Firman Tuhan lewat surat Rasul Paulus tentang Kesatuan dalam Injil.
Peringatan itu sendiri mengusung tema “Tunjukan Kuasa dan Kasih Yesus Kristus dalam Ratapan Sesama Umat Yang Menderita” (Kitab Injil Yohanes 16:20 dan Filipi 1:29).
Anggota DPR Papua Nason Uti, SE selaku putra terbaik Gereja Kingmi mengungkapkan syukur dan rasa bangga kepada para pendahulunya.
“Orang tua kami yang telah membawa injil yang di awali sejak 1939 di Enarotali menerima dua utusan kama dan utusan gereja dari New York yaitu Pdt Phos dan Pdt Thebler yang memulai dengan siswa lokal Theologia pertama Elisa Gobay, Set Yeimo Thomas Adi, Bernadus Pigome , Matius Tebay, dan lima orang ini di dukung oleh para misionaris selama 13 tahun,” terangnya.
Mereka ini juga, lanjut Nason Uti melakukan penginjilan di wilayah tersebut dan puncaknya sejak 1961 kama menganggap orang lokal telah menerima dan bisa memberitakan injil dari kampung ke kampung lainnya yang saat itu orientasinya di wilayah pegunungan.
“Dan sejak tahun delapan puluhan sudah masuk ke wilayah pesisir pantai, dan gerakan Gereja Kingmi ini sekarang sudah semakin besar berkat karya para orangtua kami serta dukungan kuat kuasa Roh Kudus,” tandasnya.
Nason menegaskan pula bahwa, Injil adalah keselamatan dari Allah dan Injil inilah yang menjadi berita keselamatan bagi umat dan gereja Kingmi.
“Dalam hal ini, bukanlah gereja yang baru mau berkarya tetapi memang gereja adalah misi daripada Allah sendiri yang mengasihi manusia dan kemudian mengorbankan Yesus yang menjelma menjadi manusia demi menebus dosa-dosa manusia,” tegasnya.
Nason pada kesempatan itu mengajak seluruh umat Tuhan untuk di Tanah Papua untuk menjaga toleransi.
“Karena ini bertepatan dengan masa raya Paskah dan bulan suci Ramadhan, maka saya mengajak kita semua untuk tetap menjaga toleransi antara umat beragama di Tanah Papua,” ajaknya.
JOMA