Air Mata Masyarakat Tambrauw dan Maybrat Dorong Yohanes Ajoi Maju Caleg DPR-PBD

IMG 20230513 WA0005
Bacaleg PDI Perjuangan Dapil 6 Tambrauw - Maybrat DPR-PB, Yohanes Ajoi.(Foto : KENN)

Koreri.com,Sorong–  Kondisi kehidupan sosial ekonomi yang rendah, sarana prasarana kesehatan yang belum memadai hampir di setiap pelosok kampung, mutu pendidikan yang rendah ditambah lagi dengan kondisi infrastruktur umum seperti, jalan, penerangan, air bersih yang tidak merata di setiap wilayah khususnya Kabupaten Tambrauw dan Maybrat membuat Tokoh Pemuda Kebar Yohanes Ajoi terpanggil sebagai penyambung suara masyarakat.

Bertolak dari pengalaman selama hampir 5 tahun terhitung sejak 2018 hingga 2022 menjadi wartawan di Papua Barat. Banyak menemui sejumlah permasalahan di daerah khususnya di pedalaman yang sulit mendapatkan akses pembangunan baik dari pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten.

Lantaran tidak adanya keterwakilan masyarakat di lembaga legislatif yang bertugas mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Masyarakat bertahan hidup dengan kondisi yang memprihatinkan misalnya, warga pengungsian di Aifat Timur yang sampai hari ini belum ada solusi yang tuntas dan jaminan keamanan bagi warga sehingga dapat kembali bermukim di kampung halaman.

Juga halnya di Tambrauw, kondisi jalan yang menjadi roda ekonomi dan penyangga kehidupan utama masyarakat terkadang justru memakan korban, lantaran tidak ada perhatian serius untuk membuat jalan yang baik dan aman bagi masyarakat.

Kedua contoh persoalan di atas merupakan sampel permasalahan yang muncul dari dua kabupaten ini, Tambrauw dan Maybrat selain secara umum persoalan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan budaya yang semakin hari makin pelik.

“Saya berkomitmen dan memberikan diri saya sepenuhnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan siap mempertaruhkan segenap kemampuan yang ada pada diri saya agar kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat teratasi selama 5 tahun apabila saya terpilih,” ucap Yohanes Ajoi kepada wartawan saat menghadiri pendaftaran Bacaleg DPR PBD partai PDI Perjuangan di Sekretariat sementara KPU Papua Barat Daya, Sabtu (13/5/2023)

Ditegaskan Ajoi bahwa tangisan dan air mata masyarakat adalah motor yang menggerakkan hatinya terjun ke dalam dunia politik dan maju kontestasi di tingkat provinsi.

“Saya optimis dan percaya dukungan basis masyarakat di kampung – kampung dan juga daya kritis  masyarakat terkait praktek politik uang yang justru merugikan masyarakat sesaat akan menjadi fondasi yang kuat bagi saya menuju kursi Papua Barat Daya,” ujarnya Bacaleg PDI Perjuangan DPR PBD Dapil 6 itu.

Adapun aspek pembangunan yang menjadi titik fokus perjuangan saya selama 5 tahun di antaranya,

1. Akses jalan antar provinsi,- kabupaten baik di Maybrat – Tambrauw karena menjadi penghubung dan penyambung roda kehidupan masyarakat dan menopang aspek kesehatan , pendidikan, budaya dan interaksi sosial lainnya.

2. Peningkatan ekonomi masyarakat di kampung – kampung melalui mekanisme bantuan modal usaha, pelatihan, dan pengembangan usaha unggulan yang berasal dari daerah tersebut. Sehingga dapat mendongkrak pendapatan keluarga.

3. Pembangunan sarana prasarana umum seperti, sanitasi air bersih, listrik, perumahan warga, rumah guru, rumah perawat dan dokter, serta gedung serbaguna (aula pertemuan- sport center) di tiap distrik sehingga dapat membangkitkan kreatifitas anak muda dan orang tua dalam bidang kesenian dan kebudayaan.

4. Mengupayakan adanya bantuan beasiswa bagi seluruh Mahasiswa Tambrauw dan Maybrat yang ada di seluruh Indonesia, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa semester 1 sampai 8 jenjang S1, hingga S2, dan S3.

5. Mengupayakan ketersediaan tenaga dokter ada di setiap Puskesmas di wilayah pedalaman dan Tenaga Perawat serta Bidan di setiap Pustu, agar dapat memberikan pelayanan maksimal dan cepat kepada masyarakat. Serta berupaya memberikan jaminan keamanan, kenyamanan baik dari sisi prasarana pendukung seperti perumahan, penerangan, kendaraan operasional serta monitoring upah tenaga medis harus dibayarkan secara teratur oleh pemerintah daerah setempat.

KENN

Exit mobile version