Koreri.com, Ambon – Kondisi patahan jalan maupun jembatan yang ada di Pulau Seram hingga kini menjadi fokus perbaikan oleh BPJN Maluku.
Kepada Koreri.com, Senin (23/10/2023), Kasatker Wilayah I Provinsi Maluku Bagus Artamana, membenarkan banyak sekali area sesar di Pulau Seram.
“Sesarnya itu ada burung strike slip pool, ada Seram true, ada Poland pol bel, ada bordil bel, ada seram bel ada kawat strike bel dan banyak sekali patahan di sana. Maka itu yang menyebabkan memang kondisi jalan dan jembatan di sana khususnya dari Waepirit ke atas menuju Kota Piru,” akuinya.
Bagus mengakui jika dihitung-hitung diperkirakan ada 200 kilometer patahan di Pulau Seram.
“Patahan ini cirinya jalan rusak dari atas ke bawah dan rusak dari bawah ke atas membentang hingga 200 kilometer. Jadi menurut saya mau bagaimanapun tapi begitulah fakta di Pulau Seram yang banyak sekali mengalami patahan pada ruas jalan maupun jembatan,” bebernya.
Lanjut Bagus, BPJN Maluku saat ini sudah mencoba membuat penanganan. Hanya saja patahan ini aktif dan bergerak terus.
“Jadi kalau kita aspal kembali nanti sebulan lagi kembali sudah gelombang. Kita gregad sebulan sudah gelombang kembali.
Makanya sekarang strategi di sana, kami hanya menangani coulding dan coulding itu memastikan jalan itu bisa dilewati kendaraan sambil menunggu studi dari Kementerian PUPR,” lanjutnya.
BPJN, kata Bagus, telah diperintahkan untuk mengambil data geolistik dan data ini untuk menentukan jalur patahan dan menentukan jalur air di sana.
“Setelah geolistik, kemudian kita pengambilan data tanah dan setelah ambil data tanah itu baru kami lakukan analisa geolitik ini dan dari hasil itu baru kita mengetahui medan geologi, bagaimana bentuk patahannya, berapa pergerakannya, kemudian apa yang harus kita lakukan dan kerjakan,” urainya.
Bagus mengistilahkan, kondisi patahan itu ibarat penyakit yang belum ada obatnya dan sekarang ini masih sementara mendiagnosis.
“Sebenarnya obatnya apa begitu yang harus kita pakai, supaya kita kerja tidak lagi mubasir dan uang rakyat tidak terhambur sia-sia. Kita tidak mau rugi dalam menangani jalan dan jembatan yang ada di Pulau Seram ini, maka itu kami masih dalam proses kajian dalam patahan tersebut,” ujarnya.
“Jadi intinya kita selaku PJN Wilayah I Maluku tidak melihat patahan-patahan begini saja, tetapi kita akan terus bergerak untuk bisa memperbaiki patahan-patahan yang ada di Pulau Seram ini,” tandasnya.
Pihaknya juga berharap agar masyarakat maupun pengendara bisa bersama-sama mendukung BPJN Maluku dalam menyelesaikan patahan di Pulau Seram ini.
“Juga dukungan Pemerintah Kabupaten setempat agar bisa bersama-sama menyelesaikan semua jalan dan jembatan yang terjadi di pulau Seram ini,” pungkasnya.
JFL
