Fokus  

Kesiapan BPTD Maluku di Masa Angkutan Lebaran 2024, Beri Pesan Ini ke Pemudik

Kepala BPTD Kelas II Maluku Hasan Bisri / Foto : Istimewa
Kepala BPTD Kelas II Maluku Hasan Bisri / Foto : Istimewa

Koreri.com, Ambon – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku telah melaksanakan Rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan angkutan Lebaran.

Rakor tingkat Provinsi yang diInisiasi oleh KSOP ini bertujuan untuk pembentukan posko oleh Dinas Perhubungan Provinsi terkait rencana operasional kesiapan angkutan Lebaran tahun 2024.

BPTD Maluku telah mempersiapkan rangkaian masa angkutan lebaran tahun ini yang dimulai sejak tanggal 3 April – 16 April 2024.

Kepala BPTD Kelas II Maluku Hasan Bisri kepada media di Ambon, Sabtu (6/4/2024 ) mengatakan tahun ini pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 52 pelabuhan terdiri dari 14 kegiatan perintis dan 7 untuk komersil dan ditambahkan untuk rute Tulehu-Masohi telah disiagakan kapal fery dari PT Cantika.

Sedangkan kegiatan pada pelabuhan Galala -Namlea ditambahkan juga kapal fery Wayangan dan Tatihu.

“Kemudian pada pelabuhan Hunimua-Waipirit dengan menggunakan 6 kapal fery dengan secara bergantian dimana kalau pada hari biasa digunakan 13 trip maka untuk mengantisipasi lonjakan akan dinaikan menjadi 15 trip, Dan kalau dalam penambahan 15 trip dirasakan masih kurang maka akan ditambahkan 1-2 trip berikutnya,” rincinya.

Menurut Bisri, untuk kegiatan saat ini masih cukup normal karena diprediksikan pada malam hari ini masyarakat baru akan melakukan perjalanan mudik dari Ambon ke kabupaten-kabupaten yang berada di sekitarnya.

Terkait dengan kondisi cuaca, BTPD Kelas II Maluku juga telah melaksanakan antisipasi terhadap pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini dengan mengacu kepada berita dan informasi yang disampaikan oleh BMKG.

“Kemudian dari sisi transportasi darat kali ini tidak mengalami lonjakan yang signifikan karena masyarakat yang berada di Provinsi Maluku lebih dominan menggunakan sarana penyeberangan dibandingkan sarana angkutan jalan,” sambungnya.

Lanjut Bisri, dalam mengantisipasi keselamatan lalu lintas di jalan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dirlantas Polda Maluku dalam mengantisipasi titik-titik kemacetan yang ada di sekitar tempat penyebrangan, pusat perbelanjaan serta pusat kegiatan masyarakat agar para pemudik bisa merasa aman dan lancar dalam melakukan perjalanan.

Untuk tahun ini, tambah dia, diperkirakan lonjakan penumpang diperkirakan tidak begitu signifikan karena rata-rata pemudik sudah melakukan perjalanan pada jauh-jauh hari. Dimana sesuai catatan, pemudik yang masuk ke Ambon sekitar 0,14% dari seluruh pemudik di Indonesia berjumlah 193,5 juta.

Bisri tak lupa berpesan agar didalam melakukan perjalanan khususnya penyeberangan pemudik sudah menggunakan sistim online.

“Jadi diharapkan selalu lakukan update untuk perjalanan karena sistim online ini memberikan kepastian sesuai jadwal dan waktu keberangkatan yang diinginkan masyarakat,” pungkasnya.

RLS

Exit mobile version