Koreri.com, Biak – Seorang wanita korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh HB, oknum Anggota TNI AD berpangkat Lettu dan sehari-harinya bertugas sebagai Danramil Supiori akhrinya tutup usia.
Korban bernama Nurdiana menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Biak Numfor, Papua pada Senin (24/2/2025) sekitar pukul 19.00 WIT.
Sebelumnya, almarhumah menjalani perawatan secara intensif selama dua bulan lebih.
Namun luka dalam yang dialami cukup serius akibat kekerasan yang dilakukan oleh HB yang tak lain adalah kekasih/pacar korban.
Saat ini, oknum Danramil tersebut menjadi tahanan di Sub POM AD Biak.
Andi irgandi selaku kakak korban yang didampingi kuasa hukum LBH KYADAWUN Biak meminta Sub POM AD Biak segera melimpahkan kasus penganiayaan tersebut ke Pengadilan Militer Jayapura.
“Saat ini adik saya sebagai korban telah meninggal dunia. Saya berharap agar oknum tersebut mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatannya. Saya minta yang bersangkutan dihukum dan harus dipecat,” desaknya.
Direktur LBH KYADAWUN Biak Imanuel A. Rumayom, SH dalam keterangannya kepada Koreri.com, Selasa (25/2/2025) meminta kasus ini segera dilimpahkan untuk disidangkan di Pengadilan Militer Jayapura.
Pelaku harus diganjar hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Rumayom menekankan ini kejahatan luar biasa, karena seorang sipil dianiaya oleh militer yang seharusnya menjadi contoh dan pelindung di tengah-tengah masyarakat.
“Kami minta Panglima TNI dapat mengevaluasi para anggotanya secara khusus di Papua sehingga benar – benar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Rumayom juga menyebutkan kejadian seperti ini telah mencoreng nama baik institusi TNI dalam hal ini TNI AD.
“Harapan kami tidak ada lagi masyarakat sipil di Papua yang menjadi korban dan mati sia-sia karena ulah atau perbuatan oknum aparat TNI,” imbuhnya.
Rumayom minta persidangan kasus ini di Pengadilan Militer harus berlangsung secara terbuka dan transparan.
“Keluarga korban membutuhkan keadilan. Harus ada hukuman yang setimpal dengan perbuatan pelaku,” pungkasnya.
RED
