Koreri.com, Manokwari – Pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat tahun 2024 telah berhasil dalam penyelenggaraannya.
Pasangan Drs. Dominggus Mandacan, M.Si – Muhammad Lakotani, S.H., M.Si terpilih kembali memimpin provinsi kedua di Tanah Papua ini.
Kesuksesan pesta demokrasi serentak ini tidak terlepas dari pengawasan setiap tahapan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Provinsi Papua Barat.
Dengan anggaran hibah yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua Barat sebesar Rp55.044.000.000, Bawaslu setempat dapat melakukan pengawasan pilkada secara langsung umum bebas rahasia jujur dan adil tanpa ada sengketa Pemilu.
Bahkan, Lembaga pengawas pemilu itu mampu meminimalisir penggunaan anggaran Pilkada hingga tersisa 49 persen lebih.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban anggaran hibah yang sudah digunakan, Bawaslu telah mengembalikan sisa yang tidak terpakai ke kas daerah Provinsi Papua Barat.
Proses pengembalian tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua Bawaslu PB Elias Idie kepada Gubernur Dominggus Mandacan yang didampingi Wakil Gubernur Muhammad Lakotani dan Sekda Ali Baham Temongmere, Rabu (9/4/2025).
Momen pengembalian itu berlangsung di lantai 5 ruang rapat kantor Gubernur setempat.
Ketua Bawaslu PB Elias Idie, S.T menjelaskan pagu anggaran yang dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat sebesar Rp55.044.000.000 lalu dalam penggunaan itu, kurang lebih sekitar Rp 27.250.769.241,- telah dikembalikan ke kas daerah.
“Jadi anggaran yang kita gunakan realisasinya mencapai Rp27.793.230.759,- Kalau dari sisi presentasi kita 50,84 persen sementara yang sisanya 49,12 persen,” ungkapnya kepada Koreri.com, Rabu (9/4/2025).
Prinsipnya, lanjut Elias, Bawalsu PB dalam penggunaan dana hibah ini berpegang pada pengelolaan yang harus efektif, efisien dan tidak boleh ada pendekatan spekulatif atau lain-lainnya.
“Karena itu, dari kita menghitung efektif penggunaan sejak dianggarkan 2024, kita menggunakan secara maksimal itu sejak bulan Agustus 2024. Artinya jika kita hitung-hitung di 2024 sekitar 5 bulan atau 6 bulan lalu kemudian di 2025 proses PHP dan lain-lain itu sekitar 3 bulan. Jadi dari sisi proporsional menurut kami sudah sangat ideal kami sampaikan atau realisasi dan juga kami kembalikan secara presentasi 50 dan 49,” bebernya.
Elias di kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam hal ini mantan Pj Gubernur yang saat ini sebagai Sekda dan juga Gubernur dan Wagub terpilih.
“Tentunya bahwa dari kerja kolaboratif juga kerja maksimal kita semua sehingga output daripada pembiayaan itu yang kemudian kita kelola anggaran Pemilu ataupun Pilkada kita relatif tidak menimbulkan gejolak yang berarti,” imbuhnya.
Elias pun memastikan pihaknya telah bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran secara baik.
“Intinya kita pastikan bahwa tanggung jawab kami selaku penerima dana telah kami gunakan dan laksanakan tugas serta tanggung jawab Dengan baik. Dan oleh karena itu, kita sudah kembalikan anggaran sisa dimana kami sudah transfer masuk di rekening kas daerah,” tegasnya.
Bawaslu Papua Barat, tambah Elias kini menyiapkan tugas selanjutnya.
“Selanjutnya adalah persoalan pertanggungjawaban kami secara administrasi untuk ke depan kalau ada pemeriksaan dan lain-lain. Saya kira itu yang menjadi tugas kami selanjutnya,” pungkasnya.
KENN
