Koreri.com, Burmeso – Perbaikan pelayanan di sektor pendidikan di Kabupaten Mamberamo Raya menjadi salah satu fokus Pemerintah setempat dibawah kepemimpinan Bupati Robby Rumansara.
Salah satunya, Bupati memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Segius Doromi, S.Pd melakukan terobosan strategis dengan memetakan wilayah pendidikan menjadi 8 zona.
Yaitu, Zona Dabra, Zona Sikari, Zona Kustra, Zona Kaso Meso, Zona Trimuris, Zona Poiwai, Zona Gesha, dan Zona Marikai.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses, tenaga pengajar dan fasilitas belajar.
“Beberapa tahun terakhir ini dunia pendidikan di daerah ini tidak mengalami kemajuan yang baik. Sebab itu, sejak saya ditunjuk oleh Bapak Bupati menjadi Plt. Kepala Dinas Pendidikan lalu membagikan Mamberamo Raya menjadi 8 zona. Artinya 8 Zona ini kita bangun sarana dan prasarananya dan di lengkapi dengan tenaga guru yang memadai sehingga proses belajar mengajarnya bisa berjalan dengan baik dan mudah kita awasi dengan mengaktifkan pengawas sekolah menjadi ujung tombak terdepan,” beber Segius Doromi.
Ia juga menegaskan bahwa pemetaan zona ini perlu dilakukan berdasarkan kondisi geografis dan sebaran sekolah di wilayah tersebut.
“Dengan pemetaan ini, kita ingin mempermudah distribusi guru, pengawasan mutu pendidikan, serta pengiriman sarana dan prasarana yang lebih tepat sasaran,” jelas Doromi saat ditemui di ruang kerjanya.
Diakui Sergius bahwa pembagian 8 zona sesuai petunjuk Bupati yang dimaksud meliputi seluruh distrik yang tersebar dari pesisir hingga ke daerah pedalaman, dengan mempertimbangkan faktor akses transportasi, jumlah siswa, dan kebutuhan khusus tiap wilayah.
Selain pemetaan zona, Doromi juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala sekolah dan guru, serta meningkatkan pelatihan bagi tenaga pendidik lokal.
Pihaknya ingin membangun sistem pendidikan yang tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga benar-benar berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Mamberamo Raya.
Sergius Doromi mengakui ia memiliki komitmen sesuai ajaran Firman TUHAN yang tersirat dalam ALKITAB Perjanjian Lama Kejadian 9:13 tentang perjanjian TUHAN dan NUH setelah Air Bah surut, yakni tanda pelangi sebagai jaminan bagi perjanjian antara TUHAN dan Bumi.
“Saya bertekad dengan melihat tanda pelangi maka komitmen saya untuk membenahi wajah pendidikan di negri ini yang sempat redup. Oleh sebab itu mengajak seluruh masyarakat, Insan pendidikan di Mamberamo Raya untuk mari kita bersatu bergandengan tangan untuk membangun pendidikan dimamberamo, saya sadari banyak kekurangan tetapi dengan kita bersatu pasti dunia pendidikan dimamberamo akan lebih maju ,” pungkasnya.
Dengan kebijakan baru ini, diharapkan wajah pendidikan di Mamberamo Raya akan semakin membaik, dan generasi muda di wilayah tersebut bisa mendapatkan hak pendidikan yang layak dan merata.
NAP
