Momen Penuh Cinta: Pemkab Maybrat Dukung Pentahbisan Uskup Timika

Bupati Maybrat, Karel Murafer serahkan bantuan dana untuk mendukung panitia pentahbisan Uskup Timika yang diterima Ketua Panitia Johannes Rettob di Sekretariat Panitia, Jln. Yos Sudarso Timika, Papua Tengah, Selasa (13/5/2025) / Foto : EHO
Bupati Maybrat, Karel Murafer serahkan bantuan dana untuk mendukung panitia pentahbisan Uskup Timika yang diterima Ketua Panitia Johannes Rettob di Sekretariat Panitia, Jln. Yos Sudarso Timika, Papua Tengah, Selasa (13/5/2025) / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maybrat, Papua Barat Daya, memberikan dukungan penuh terhadap prosesi sakral pentahbisan Uskup Terpilih Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, yang akan digelar di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, Papua Tengah, Rabu (14/5/2025).

Momen ini tak hanya menjadi tonggak sejarah bagi Gereja Katolik di Tanah Papua, tetapi juga mengukir kebanggaan mendalam bagi masyarakat Maybrat.

Kehadiran langsung Bupati Maybrat Karel Murafer, SH, MA bersama Sekretaris Daerah Ferdinandus Taa menunjukkan betapa pentingnya peristiwa ini dalam merajut harmoni antar daerah dan nilai-nilai iman.

“Kami orang Maybrat merasa sangat bangga. Ini bukan hanya tentang gereja, ini tentang sejarah, budaya, dan cinta yang menyatukan kita semua,” ujar Bupati Murafer, kepada awak media penuh haru.

Dukungan Pemkab Maybrat tidak hanya simbolik.

Total dana sebesar Rp500 juta dikucurkan, terdiri dari Rp200 juta untuk mendukung panitia pentahbisan dan Rp300 juta untuk akomodasi serta transportasi 67 penari adat uwon dan rombongan dari Maybrat.

“Kami datang bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati yang penuh sukacita. Kami hadir lengkap, membawa tarian adat kami, membawa budaya, dan membawa semangat persaudaraan,” sambung Sekda Ferdinandus Taa.

Yang istimewa, Sekda Ferdinandus, tarian uwon yang ditampilkan merupakan warisan budaya Maybrat yang secara khusus pernah diangkat dalam disertasi doktoral Uskup Terpilih di Roma, sebagai bentuk pendidikan nonformal bagi kaum laki-laki di wilayah adat tersebut.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang juga ketua panitia pentahbisan, menyambut hangat rombongan dari Maybrat.

“Kedatangan mereka, dengan pakaian adat dan semangat kebersamaan, memperkaya makna pentahbisan ini. Bukan hanya soal dana, tapi ini simbol cinta dan persaudaraan sejati,” ungkapnya.

Pentahbisan ini menjadi istimewa karena Mgr. Bernardus adalah putra asli Papua kedua yang menduduki posisi tinggi dalam hierarki Gereja Katolik.

Sebuah bukti bahwa tanah Papua terus melahirkan pemimpin besar, baik dalam ranah spiritual maupun sosial.

Rettob juga menegaskan, momen ini akan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Mimika dan Maybrat, termasuk rencana syukuran lanjutan di tanah adat Maybrat.

“Ketika kita bersatu, tidak ada yang mustahil bagi Papua,” kata Johannes Rettob.

EHO

Exit mobile version