Koreri.com, Jayapura – Menuju pemungutan suara ulang (PSU) Papua pada 6 Agustus mendatang, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM – CK) terus mendapatkan dukungan signifikan.
Terkini, giliran masyarakat dari enam distrik di Lembah Grime Nawa, Kabupaten Jayapura, Papua, menyatakan dukungan penuh kepada paslon BTM – CK.
Deklarasi ini digelar secara meriah di Lapangan Besum, Distrik Namblong dengan prosesi adat penyerahan jubi dan noken oleh Kepala Suku Klesi Ayahnang Hertok Samon kepada BTM–CK.
Warga yang hadir tampak antusias menyambut kedua tokoh yang dianggap sebagai anak asli Tabi dan Saireri.
Dukungan Adat Bukan Simbolis
Ketua Dewan Adat Grime Nawa, Ayahnang Zadrak Wamebu, menyebut deklarasi ini sebagai komitmen nyata untuk perubahan.
“Kami percaya, BTM–CK akan melindungi tanah, manusia, dan kekayaan alam di atasnya. Ini bukan sekadar acara, ini mandat rakyat,” tegasnya.
Zadrak menyoroti ketidakadilan yang dirasakan masyarakat adat selama ini.
“Yang punya tanah malah terpinggirkan. Kami butuh pemimpin yang tahu rasa dan asal-usul,” tukasnya.
Tokoh Adat dan Agama Bersatu
Ketua Adat Tabi, Yakonias Wabra, menambahkan bahwa dukungan juga datang dari tokoh agama dan paguyuban lintas etnis.
“BTM dan CK tak perlu rebut kursi. Mereka anak negeri, dan mereka layak memimpin Papua dengan hati,” tambahnya.
Kenangan dan Komitmen Constant Karma
Constant Karma mengenang masa mudanya sebagai dokter hewan di Grime Nawa.
Ia menegaskan tekadnya memperkuat layanan kesehatan dan memberantas HIV/AIDS di Papua.
“Kami akan jaga budaya, adat, dan kehidupan bersama. Kami kerja dengan integritas,” tegas Karma.
BTM: Membangun Papua dari Dalam
Sementara itu, BTM yang juga mantan Wali Kota Jayapura dua periode menegaskan niatnya kembali mengabdi.
“Saya hadir bukan cari kekayaan. Saya datang menghapus air mata anak-anak Tabi dan Saireri,” ucapnya menyentuh.
BTM juga membantah berbagai fitnah dan memilih fokus pada program kerja. Ia mengungkap rencana konkret di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi.
Papua Utara dan Kabupaten Baru
Salah satu program prioritas 100 hari kerja BTM–CK adalah pembentukan Provinsi Papua Utara, mencakup Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen.
Tak hanya itu, BTM bertekad mendorong pemekaran Grime Nawa menjadi kabupaten baru, demi mempercepat pelayanan publik.
“Kalau pendidikan baik, kesehatan baik, ekonomi tumbuh. Grime bisa jadi kabupaten jika kita satu hati,” pungkasnya.
Deklarasi ini bukan sekadar agenda politik, tapi juga menjadi pernyataan spiritual dan kultural masyarakat Grime Nawa—yang menginginkan pemimpin yang paham dan cinta tanah Papua.
SAV
