Koreri.com, Biak – Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025, sejumlah partai politik mulai bergerak cepat dalam melakukan konsolidasi kekuatan.
Salah satunya datang dari Partai Golkar Biak Numfor yang menyatakan kesiapannya dalam mendukung penuh pasangan calon (paslon) Gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua, Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MARI-YO).
Hal ini ditegaskan langsung Wakil Ketua DPRK Biak Numfor dari Partai Golkar, Noak Krey, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (4/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Noak Krey menyampaikan bahwa Golkar Biak Numfor telah memulai tahapan konsolidasi internal serta menjalin komunikasi intensif dengan partai-partai koalisi yang sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap paslon Fakhiri–Rumaropen.
“Kami dari Partai Golkar Biak Numfor sudah siap secara struktur dan strategi untuk menghadapi PSU tanggal 6 Agustus nanti. Tidak hanya kader internal yang kita gerakkan, tapi juga bersama rekan-rekan dari partai koalisi yang selama ini berkomitmen bersama,” terangnya.
Menurut Noak Krey, kekompakan partai-partai koalisi dan semangat perubahan menjadi modal utama untuk meyakinkan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor agar kembali turun ke TPS dan memberikan suara mereka untuk pasangan MARI-YO.
“Kami optimis. Pasangan nomor urut dua adalah figur yang sudah teruji secara birokrasi dan punya visi yang sejalan dengan semangat pembangunan berkeadilan di Tanah Papua. Oleh karena itu, kami akan bekerja keras untuk memastikan kemenangan mereka, terutama di wilayah Biak Numfor,” tegasnya.
Noak Krey juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintahan kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Menurutnya, jika pasangan Fakhiri–Rumaropen terpilih, akan ada kesinambungan pembangunan dan koordinasi yang lebih lancar dalam menuntaskan berbagai program strategis di Papua, khususnya yang menyentuh masyarakat akar rumput.
“Harapan kita, kalau nanti pasangan ini menang dan memimpin Provinsi Papua, maka Kabupaten Biak Numfor tidak akan lagi mengalami hambatan dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Ini penting agar pelayanan publik dan pembangunan daerah berjalan lebih maksimal,” tuturnya.
Di momen itu, turut hadir sejumlah kader senior Partai Golkar Biak Numfor yang menyatakan komitmen bersama untuk turun langsung ke masyarakat, baik melalui pertemuan-pertemuan kecil, sosialisasi door to door, maupun kampanye terbuka sesuai ketentuan KPU dan Bawaslu.
PSU ini sendiri digelar sebagai tindak lanjut atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemungutan suara ulang di sejumlah wilayah di Papua, termasuk Kabupaten Biak Numfor karena adanya temuan pelanggaran administratif yang dianggap berpengaruh terhadap hasil pemilihan sebelumnya.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju 6 Agustus, suhu politik di Papua kian memanas. Namun, Partai Golkar Biak Numfor memastikan akan tetap mengedepankan kampanye yang santun, edukatif, dan berorientasi pada masa depan Papua yang lebih baik.
“Kami ingin menunjukkan kepada rakyat bahwa politik bisa menjadi alat perubahan yang baik, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Dan kami yakin, rakyat Papua, khususnya di Biak Numfor, cukup cerdas untuk melihat mana pemimpin yang layak mereka dukung,” pungkas Noak Krey.
HDK
