Koreri.com, Jayapura – Penyelidikan kasus korupsi proyek pembangunan venue aerosport di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memasuki babak baru.
Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua berhasil menyita puluhan kendaraan dan alat berat mewah senilai miliaran rupiah yang diduga kuat terkait korupsi proyek senilai Rp 79 miliar tersebut.
Penyitaan dilakukan selama dua hari, 16–17 Juni 2025, di tiga lokasi berbeda: Kantor Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Kantor PT Karya Mandiri Permai, dan Camp Produksi PT Karya Mandiri Permai.
Asisten Pidana Khusus Kejati Papua, Nixon Mahuse, didampingi Kasidik Valery Dedy Sawaki, mengatakan seluruh proses penyitaan dilakukan berdasarkan surat perintah dari Kejati Papua dan telah mendapat izin resmi dari Pengadilan Negeri Mimika.
Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti atas dugaan praktik korupsi dalam proyek timbunan tanah untuk venue aerosport.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan volume timbunan hanya 104.470 meter kubik dari yang seharusnya 222.477 meter kubik. Negara dirugikan hingga Rp 31,3 miliar,” ujar Nixon.
Barang Bukti Mewah yang Disita
Berikut rincian barang bukti yang berhasil disita tim Kejati Papua:
Uang tunai Rp 133.657.000
8 sertifikat tanah asli
2 unit laptop
40 dokumen asli BPKP dan STNK
16 invoice alat berat
10 STNK asli truk tronton
38 kunci serep kendaraan dan alat berat
52 bundel dokumen penting lainnya
Dari Dinas PUPR Kabupaten Mimika: 13 bundel dokumen resmi
Dari Camp Produksi PT Karya Mandiri Permai: 45 unit kendaraan dan alat berat bernilai puluhan miliar rupiah
Dijelaskan, Kejati Papua telah menetapkan lima tersangka utama dalam kasus ini, yakni PIK selaku Direktur PT Karya Mandiri Permai, RK (Direktur PT Mulya Cipta Perkasa), SV (Pejabat Pembuat Komitmen), DRHM (Pengguna Anggaran) dan AJ (Tenaga Ahli Perencanaan Non-Kontraktual)
Kelima tersangka dijerat dengan pasal pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. Saat ini, mereka ditahan di rutan Polda Papua selama 20 hari untuk pendalaman penyidikan.
Nixon menegaskan bahwa penyidikan masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan.
“Jika ditemukan dua alat bukti yang cukup, maka akan ada penetapan tersangka baru,” tegasnya.
TIM
