Koreri.com, Sorong – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Papua Barat menggelar Pekan Data Statistik – Sinergi Stabilitas Inflasi dan Akselerasi Industri (Pesta SINOLI) Tahun 2025 di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) yang berlangsung di PT Bina Nelayan Jaya, Jalan Cakalang, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (23 /6/2025).
Kepala KPw Bank Indonesia Setian mengatakan kegiatan Pesta SINOLI yang kedua ini bertujuan untuk menghimpun data atau statistik, khususnya peran BI sebagai penasihat Pemerintah dalam pengendalian inflasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi di PBD.
Rangkaian kegiatan Pesta SINOLI 2025 meliputi Ekspor Perdana Pelaku Usaha (XPLOR) dan Pameran Mini Produk Ekspor (Pojok Kakap Merah).
Kemudian, akan ada kegiatan talkshow untuk bagaimana mendorong ekspor dengan tema “Torang Baku Kuat, Ekspor Baku Jalan” dengan salah satu narasumber Konsul Jenderal Australia.
Serta, kegiatan awarded kepada responden pelaku usaha yang bersedia memberikan data atau informasi terkait kegiatan usahanya.
Setian menjelaskan hasil rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Triwulan I Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi PBD mencapai angka 4,82 persen.

“Maka ekspor menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi di Papua Barat Daya,” jelasnya.
Dalam aktivitas ekspor di PBD, terdapat sejumlah produk yang mendominasi seperti produk berkode HS71 atau logam mulia, perhiasan maupun permata.
Produk berkode HS71 yaitu mutiara ini menduduki komposisi dengan pangsa 50 persen. Kemudian, produk dengan kode HS03 atau produk perikanan yang menduduki urutan kedua dengan komposisi pangsa 46,6 persen.
Aktivitas ekspor di PBD ditujukan ke sejumlah negara di Benua Asia seperti Malaysia, Jepang, Singapura dan China dengan pangsa mencapai 44 persen.
Oleh karena itu, melalui Pesta SINOLI ini diharapkan memperkuat sinergi dan kolaborasi sekaligus komitmen bersama dari berbagai pihak dalam meningkatkan ekspor di PBD.
Berdasarkan indikator nilai RCA yaitu Competitive advantage artinya indikator yang menilai value Competitive dari produk yang ternyata produk export PBD mencapai angka lebih dari satu artinya dengan komoditas yang sama dibandingkan dengan negara lain produk dari PBD lebih unggul.
“Artinya produk dari PBD memiliki nilai yang tinggi dibandingkan Produk yang sama dari negara lain,” pungkasnya.

“Ini adalah sebagai wadah bagi seluruh pelaku ekonomi di provinsi ini untuk terus meningkatkan partisipasi menuju Papua Barat Daya yang maju mandiri dan Sejahtera,” harapnya.
Lanjut Wagub, Provinsi PBD sebagaimana tadi dilaporkan memiliki potensi ekspor yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam PBD memiliki kualitas yang sangat bagus.
Bahkan dalam laporan ini tadi menyebutkan pula bahwa potensi yang sama jika dibandingkan dengan daerah atau negara lainnya, kualitas ekspor PBD jauh lebih lagi.
“Tentu ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita di Papua Barat Daya yang harus kita syukuri bersama dan wujud rasa syukur itu adalah kita harus memanfaatkan potensi ini untuk kesejahteraan dan kemakmuran dari seluruh masyarakat di sini,” tegasnya.
Wagub berharap potensi yang dimiliki PBD baik itu hasil laut, hutan maupun hasil lainnya yang melimpah ruah harus bisa dimaksimalkan untuk menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di provinsi ini.
Untuk itu, Pemerintah provinsi berkomitmen untuk menciptakan kemudahan investasi baik perijinan dan sistem usaha yang kondusif bagi para pelaku usaha di PBD.
“Sehingga ini bisa menjadi pendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya,” pungkasnya.
Dalam Pesta SINOLI 2025 ini, turut dilakukan penandatanganan komitmen bersama dukungan ekspor di Provinsi PBD melibatkan KPw BI Papua Barat, Pemprov PBD, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Papua dan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) PBD.
ZAN


























