Legislator Kota Ambon Mengaku Prihatin Sikapi Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja

Aris S Soulisa2
Anggota DPRD Kota Ambon Aris Soulisa / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Kasus dugaan pelanggaran hak pekerja oleh perusahaan Duta Perkasa terhadap dua mantan karyawannya langsung menjadi sorotan publik.

Pasangan suami istri ini melaporkan bahwa mereka tidak pernah menerima upah selama bekerja satu dekade sejak 2013 hingga 2023.

Rasa prihatin pun disampaikan Anggota DPRD Kota Ambon Aris Soulisa terhadap dua mantan karyawan bernama Dominggus dan Deli ini selepas pertemuan yang digelar untuk memediasi permasalahan ini.

Perlu diketahu, pihak pelapor hadir dalam dalam mediasi itu. Namun pihak terlapor tidak memenuhi undangan.

“Alhamdulillah tadi pelapor, Pak Dominggus dan Ibu Deli, hadir. Mereka merupakan karyawan dari Duta Perkasa. Tapi sayangnya, pihak terlapor tidak datang,” ujar Soulissa kepada sejumlah awak media di Ambon, Rabu (16/7/2025).

Menurut Aris, meskipun tidak ada perjanjian kerja tertulis, pasangan pelapor tercatat sebagai bagian dari perusahaan yang kerap mengikuti proyek pemerintah, baik skala kecil maupun besar.

“Ini menyangkut hak pekerja. Mereka sudah berupaya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker, red), namun hingga kini belum ada kejelasan penyelesaian,” bebernya.

Bahkan mereka sudah melapor ke Disnaker Provinsi dan diarahkan untuk dilakukan pengawasan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Aris mengungkapkan bahwa pekerjaan yang ditangani oleh pelapor bernilai miliaran rupiah. Namun, selama bertahun-tahun mereka tidak pernah menerima pembagian hasil atau fee dari pekerjaan tersebut.

“Ini menjadi tanggung jawab pihak perusahaan, khususnya direktur. Kita akan panggil terlapor sampai tiga kali. Bila tetap tidak hadir, kita akan ambil langkah tegas,” tegasnya.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan, menurut Aris, adalah menyita aset milik perusahaan, seperti kendaraan, sebagai bentuk jaminan atas hak-hak yang belum dipenuhi.

“Kami berharap pihak perusahaan hadir dalam mediasi berikutnya agar persoalan ini bisa segera diselesaikan secara adil,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version