Video Aksi Pelajar Tunjuk Jago di Timika Viral, YLBH Papua Tengah: Tindak Tegas “Virus Sosial”

Yosep Temorubun11
Direktur YLBH Papua Tengah Yoseph Temorubun / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Dunia pendidikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah kembali tercoreng.

Sebuah video yang memperlihatkan aksi penganiayaan antar siswa SMK dan SMA di tempat umum beredar luas dan viral di media sosial serta grup-grup WhatsApp masyarakat Timika.

Insiden tersebut mengundang keprihatinan mendalam dan kritik tajam dari berbagai pihak, salah satunya dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah.

Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun menyayangkan aksi “tunjuk jago” yang dipertontonkan secara terang-terangan oleh para pelajar tersebut.

Menurutnya, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa degradasi moral generasi muda kian memprihatinkan.

“Kami sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para siswa. Ini bukan hanya soal kekerasan fisik, tetapi cerminan dari kegagalan pendidikan karakter yang seharusnya ditanamkan di sekolah dan rumah,” kata Yoseph dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).

“Ini bukti bahwa pengawasan orang tua dan peran pembinaan sekolah sangat lemah,” sambungnya.

YLBH Papua Tengah juga menilai bahwa sekolah telah gagal menjalankan fungsi pembentukan karakter dan pembinaan moral siswa.

Bahkan, Yosep menyebut insiden ini bisa menjadi preseden buruk bagi pelajar lainnya dan dapat menjadi “virus sosial” yang menular jika tidak ditindak tegas.

“Pendidikan karakter bukan sekadar mata pelajaran di atas kertas. Ini menyangkut masa depan bangsa. Ketika siswa sudah berani melakukan kekerasan di ruang publik, berarti ada yang sangat keliru dalam sistem pendidikan kita hari ini,” lanjutnya.

Yosep meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika agar turun tangan dan memberikan sanksi kepada kepala sekolah yang dinilai tidak mampu melakukan pembinaan secara menyeluruh terhadap siswanya.

“Kami mendesak Dinas Pendidikan segera memberikan sanksi kepada kepala sekolah yang lalai dalam tugas pembinaan. Dan kepada siswa pelaku, harus diberi sanksi tegas, termasuk kemungkinan terberat: dikeluarkan dari sekolah,” ujar Yosep.

Ia menambahkan bahwa jika tidak ada ketegasan dari pihak sekolah dan dinas, maka tindakan kekerasan antar pelajar akan terus berulang dan justru menjadi tontonan yang dianggap “lumrah” di tengah masyarakat.

Harapan Untuk Masa Depan Generasi Timika

Dalam pernyataannya, YLBH Papua Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mengawal tumbuh kembang karakter generasi muda di Timika.

“Mereka adalah generasi penerus bangsa. Jangan biarkan mereka tumbuh tanpa arahan, tanpa nilai, dan tanpa batas. Ini saatnya kita semua — guru, orang tua, pemimpin daerah — bangkit untuk menyelamatkan moral anak-anak kita,” pungkas Yosep.

EHO

Exit mobile version