Kasus Mama Yasinta Moiwend Murni Persoalan Pribadi

Forum Pemuda Papua Bersatu Ajak Publik Hentikan Hujatan

IMG 20260605 WA01123

Koreri.com, Jayapura – Forum Pemuda Papua Bersatu memberikan klarifikasi terkait polemik yang melibatkan Mama Yasinta Moiwend, sekaligus mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan tersebut secara bijak dan proporsional.

Koordinator Forum Pemuda Papua Bersatu, Paul Ohee dalam keterangan persnya menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi Mama Yasinta merupakan masalah pribadi dan tidak memiliki kaitan dengan program strategis nasional (PSN) maupun isu-isu lain yang berkembang di publik.

“Protes yang dilakukan Mama Yasinta berkaitan dengan film Pesta Babi. Beliau merasa tidak mendapatkan informasi yang utuh dari tim produksi, sehingga muncul perasaan dirugikan atau tereksploitasi,” ujar Paul dalam keterangannya di Jayapura, Jumat (5/6/2026).

Ia juga menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh Mama Yasinta dengan melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya merupakan keputusan pribadi.

Laporan tersebut dilatarbelakangi oleh perasaan tidak nyaman serta dugaan eksploitasi dalam proses produksi film tersebut.

Lebih lanjut, Paul menjelaskan bahwa keputusan Mama Yasinta melapor ke Jakarta juga didasari oleh kurangnya kepercayaan terhadap penanganan sejumlah kasus oleh aparat di Papua, yang dinilai berjalan lambat.

“Beliau memilih langsung ke Polda Metro Jaya karena melihat beberapa kasus sebelumnya terkesan lambat dalam penanganan. Itu menjadi pertimbangan pribadi beliau,” jelasnya.

Di kesempatan tersebut, Forum Pemuda Papua Bersatu juga mengajak masyarakat, khususnya warganet di Papua, untuk tidak memberikan respons berlebihan terhadap persoalan ini.

Paul menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis Mama Yasinta sebagai seorang perempuan asli Papua dan seorang ibu.

“Beliau adalah mama Papua yang telah melahirkan generasi penerus. Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga dan melindungi beliau, bukan justru menghujat atau mencaci,” tegasnya.

Ia pun mengimbau agar segala bentuk kecaman, makian, hingga fitnah di media sosial segera dihentikan.

Menurutnya, apapun keputusan yang diambil Mama Yasinta adalah ranah pribadi yang harus dihormati.

Sebagai penutup, Paul kembali mengingatkan pentingnya solidaritas dan empati, khususnya terhadap perempuan Papua yang berani menyuarakan apa yang dirasakannya.

“Sebagai anak yang lahir dari rahim perempuan Papua, saya mengajak kita semua untuk menjaga psikologis Mama Yasinta Moiwend. Mari kita lindungi beliau dengan sikap yang bijak dan penuh hormat,” pungkasnya.

TIM

Exit mobile version