Koreri.com, Sorong – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya menggelar Pentas Seni Lintas Agama perdana bertempat di gedung Lambert Jitmau, Selasa (12/8/2025).
Pentas Seni diselenggarakan sebagai bentuk partisipasi merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 80 tahun.
“Ini adalah kreasi dan pagelaran seni yang ditampilkan dari berbagai kelompok agama yang ada di wilayah ini. Dan kita memang memiliki perbedaan antar pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya, tetapi perbedaan itu bukanlah suatu hal yang sifatnya mmengancam namun itu adalah suatu bentuk kekuatan bersama,” ungkap Ketua FKUB Kota Sorong Pdt. Jeane Fonataba Haurissa, S..Th., M.Si dalam sambutannya.
Dikatakannya, pentas seni ini adalah sebuah panggung pengharapan bahwa jika berbicara tentang kerukunan maka itu bukanlah sebuah kemustahilan atau sesuatu yang tidak mungkin. Tetapi sebaliknya, itu adalah sesuatu yang nyata dan itu ada di Kota Sorong.
“Kita tidak tunggu ada konflik dulu baru ada agenda pertemuan antara tokoh-tokoh agama tetapi kita harus menabur benih kerukunan itu di semua kelompok. Maka itulah mengapa pentas seni ini menampilkan pengisi acara yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa karena kita melibatkan semua kelompok,” urainya.
“Pentas seni bukan semata-mata kita tampilkan beragam budayanya namun di dalam seni itu masing-masing menampilkan ciri khas agamanya. Seperti dari agama Islam, seni yang ditampilkan adalah dalam bentuk Sholawat yang dibawakan anak -anak dengan bernyanyi dan bersyukur. Kemudian ada paduan suara dari yang beragama Katholik, ada tarian, nyanyian dan juga ada permainan Ukukele dari para pendeta,” sambungnya.
Diakui Fonataba, ini adalah sesuatu yang luar biasa karena baru pertama kali diadakan yang memuat nilai-nilai agama.
“Dan untuk peserta kenapa diambil dari anak anak agar mereka sudah bisa belajar memahami akan perbedaan dan akan menghargai perbedaan itu sejak dini dan dapat terhindar dari konflik beragama dengan cara merawat kerukunan agar terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan kuat,” tegasnya.
Dengan adanya pentas seni ini juga menjadi ajang pertemuan antar umat yang berbeda agama agar tetap terjalin silaturahmi dan sifat saling menghargai perbedaan yang ada.
Fonataba berharap tahun-tahun kedepan, FKUB akan tetap melakukan pentas seni lintas agama dengan peserta yang lebih banyak.
Sementara itu, Wali Kota Sorong Septinus Lobat S.H., MAP.,di kesempatan itu mengapresiasi acara pentas seni perdana yang diinisiasi FKUB setempat.
“Ini pentas seni pertama dan sangat inovatif,” puji Wali Kota yang disambut tepuk tangan peserta dan tamu undangan.
“Kita memang mengikuti perkembangan jaman namun tetap kita menggunakan hikmat untuk berinovasi,” sambungnya.
Pentas Seni Lintas Agama ini adalah sebagai suatu forum dimana dengan adanya keberagaman ini kebersamaan tetap ditunjukkan.
“Walaupun kita berbeda-beda namun kita ini sebenarnya satu dalam tujuan untuk membangun Indonesia dan lebih khusus Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya,” pungkasnya.
ZAN
