Koreri.com, Jayapura – Aktivitas penggelembungan suara secara membabi buta demi memenangkan pasangan calon nomor urut 2, Matius Fakhiri–Aryoko Rumaropen (MARI-YO) di pemungutan suara ulang (PSU) kembali terungkap ke publik.
Praktik culas mencoreng jalannya PSU di Papua kembali beredar luas di media sosial.
Dugaan penggelembungan suara untuk paslon nomor urut 2 jelas terlihat di TPS 14 Kampung Lapua, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura.
Dalam C Hasil, perolehan MARI-YO awalnya tercatat 72 suara, namun di rapat pleno PPD angka itu melonjak drastis menjadi 361 suara. Pada dokumen itu juga tampak adanya coretan pada angka “0”, “7”, dan “2” yang menguatkan aksi manipulasi data tersebut.
Keanehan lain muncul pada kolom Jumlah Tiap Baris. Angka yang tercatat justru identik dengan kolom perolehan suara sah per baris, padahal dalam C Hasil sebelumnya kolom tersebut kosong.
Sementara itu, suara pasangan calon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano–Constant Karma (BTM-CK), tetap tercatat 73 suara, sama persis dengan data awal sebelum perubahan.
Ketua Relawan Akar Rumput, Erief Tabuni, menegaskan bahwa bukan hanya di TPS 14 terjadi perubahan, melainkan juga di TPS 13 dan 17.
“Total ada tiga TPS yang angkanya diubah di tingkat PPD. Semuanya bermasalah,” ungkap Erief, Sabtu (16/8/2025).
Pleno di tingkat KPU Kabupaten Jayapura sudah selesai dan berlanjut tahapan di KPU Papua.
TIM



























