Koreri.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika mencatat penyerapan anggaran di 2025 telah mencapai 78 persen atau sekitar Rp4,8 triliun dari total target sebesar Rp6,1 triliun.
“Secara keseluruhan penyerapan anggaran kita sudah 78 persen. Masih ada sekitar Rp1,3 triliun yang akan kita kejar hingga akhir tahun, dan kami optimis target 2025 dapat tercapai,” ungkap Kepala Bapenda Mimika Dwi Cholifah kepada wartawan di Timika, Senin (20/10/2025).
Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasi saat ini mencapai 74,78 persen atau sekitar Rp306 miliar dari target Rp494 miliar. Sementara untuk DBH dari target Rp2,3 triliun, telah terealisasi Rp1,6 triliun.
“Masih ada sekitar Rp785 miliar yang akan masuk pada triwulan IV, terutama dari royalti, PBB pertambangan, serta PPh. Biasanya transfer masuk antara November hingga awal Desember,” jelasnya.
Dwi menambahkan, realisasi DBH sangat bergantung pada aktivitas produksi dan harga komoditas tambang dunia, khususnya dari PT Freeport Indonesia. “Karena perhitungan royalti mengikuti produksi dan harga pasar. Kalau produksi berkurang, otomatis pendapatan juga turun,” terangnya.
Dwi juga mengungkapkan bahwa untuk tahun anggaran 2026, pendapatan daerah diperkirakan mengalami penurunan. “Ya, APBN 2026 untuk Kabupaten Mimika turun cukup signifikan, terutama dari sektor DBH, sekitar Rp1,3 triliun. Kalau biasanya APBD kita berada di angka Rp6,5 triliun, tahun depan mungkin hanya sekitar Rp5 triliun,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga stabilitas keuangan daerah dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat. “Bupati dan Wakil Bupati terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar penyaluran anggaran ke daerah, khususnya dari sektor minerba dan PBB pertambangan, tetap optimal,” pungkasnya.
EHO
