Tiga Legenda Persipura Perkuat Tim Papua Tengah di WFAPWC 2025 Bali

Tim Papua Tengah WFAPWC 2025 Bali

Koreri.com, Denpasar – Semangat Papua Tengah menggelora di ajang Walking Football Asia Pacific World Cup 2025 (WFAPWC) 2025 yang digelar di Denpasar, Bali.

Tiga tim dari Persejasi Papua Tengah siap berlaga membawa nama daerah dan Indonesia di kancah internasional.

Ketiga tim tersebut adalah Putri White Garuda Papua Tengah, Putra Red Garuda Papua Tengah 50 Tahun Plus, dan Putra Red Garuda Papua Emas 60 Tahun.

Ketua Kontingen sekaligus Ketua Persejasi Papua Tengah, Habel Taime memastikan seluruh tim dalam kondisi prima dan siap berjuang maksimal.

“Persiapan kami sudah matang. Semua pemain siap tampil membawa nama baik Papua Tengah dan Indonesia di ajang Asia Pasifik,” ujarnya dengan optimistis.

Pada pertandingan hari pertama, Tim Putri White Garuda Papua Tengah akan menghadapi APAC Malaysia di laga pembuka, kemudian melawan Garuda White Jakarta di pertandingan kedua.

Sementara itu, Tim Putra Red Garuda Papua Tengah 50 Tahun Plus dijadwalkan berhadapan dengan Malaysia Riders A, lalu melawan FCOB Singapore Master di laga berikutnya.

Tim Papua Tengah WFAPWC 2025 Bali2Sorotan utama tertuju pada Tim Putra Red Garuda Papua Emas 60 Tahun, yang akan menghadapi tiga laga berat melawan Australia Green, FCOB Singapore Legend, dan Malaysia Riders B.

Tim ini menjadi pusat perhatian karena diperkuat oleh tiga legenda Persipura Jayapura era 1980-an, yakni Thomas Wally, Habel Ayomi, dan Remmy Yeuyanan.

Kehadiran mereka membawa nuansa nostalgia sekaligus suntikan semangat bagi para pemain muda.

“Dengan bergabungnya para legenda ini, kami semakin percaya diri. Mereka membawa semangat dan pengalaman emas dari masa kejayaan Persipura dulu,” tambah Habel Taime.

Ajang WFAPWC 2025 menjadi momentum penting bagi Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Papua Tengah dan Persejasi Papua Tengah untuk menunjukkan eksistensi serta potensi olahraga rekreasi di Tanah Papua.

Papua Tengah bukan hanya datang untuk bertanding, tetapi juga untuk memperlihatkan bahwa dari timur Indonesia, semangat dan sportivitas tak pernah padam.

TIM